Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan Teluk Saleh di Sumbawa sebagai kawasan konservasi sekaligus perlindungan ekosistem hiu paus (Rhincodon typus). Penetapan tersebut sekaligus mengunci arah pembangunan pariwisata Teluk Saleh untuk menghindari eksploitasi.
Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-196 Tahun 2026 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi dan Perlindungan Hiu Paus di Perairan Teluk Saleh.
"Penetapan tersebut menandai perubahan pendekatan pembangunan kawasan konservasi ditempatkan sebagai fondasi utama, sementara aktivitas ekonomi dan pariwisata akan mengikuti batasan yang ditetapkan oleh daya dukung lingkungan," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aka sapaan, Ahsanul Khalik, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari arah kebijakan Pemprov NTB dalam memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis kekuatan ekosistem, khususnya di kawasan Teluk Saleh.
"Teluk Saleh tidak dibangun dari eksploitasi, tetapi dari perlindungan ekosistemnya. Di situlah letak daya saing dan keberlanjutan kawasan ini," ujar Aka.
Kawasan seluas 73.165,05 hektare (Ha) tersebut dicadangkan sebagai kawasan konservasi berbasis spesies kategori taman, yang melindungi habitat hiu paus, termasuk area makan, pembesaran, serta jalur pergerakan alaminya sepanjang tahun.
Melalui kebijakan ini, Aka menegaskan, seluruh rencana pengembangan, termasuk studi kelayakan pariwisata, wajib mengacu pada prinsip konservasi yang telah ditetapkan. Pendekatan ini sekaligus memastikan pembangunan kawasan tidak mengorbankan ekosistem, melainkan menjadikannya sebagai kekuatan utama dalam menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Pemprov NTB menilai langkah ini akan memberikan kepastian arah bagi investasi, sekaligus menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Fondasi konservasi yang kuat, Teluk Saleh diarahkan menjadi destinasi pariwisata berbasis ekosistem yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang," jelas Aka.
(iws/iws)










































