Warga wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang terjadi sejak pekan lalu. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas pertanian hingga kegiatan belajar siswa.
Warga Desa Afoan, Kecamatan Amfoang Utara, Victor Imanuel Manoh, mengatakan kelangkaan BBM membuat petani kesulitan merontokkan padi menggunakan mesin setelah masa panen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini Pertalite tidak ada lagi. Kami yang sudah selesai panen juga tidak bisa merontokkan padi. Pemerintah harus bertanggung jawab," ujar Victor saat dihubungi detikBali, Selasa (12/5/2026).
Selain itu, Victor berujar, siswa maupun warga yang bepergian ke sekolah dan kebun juga terkendala. Bahkan, sejumlah siswa memilih tak masuk sekolah akibat kelangkaan tersebut.
Menurut Victor, dari enam kecamatan di Amfoang, yakni Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara, Amfoang Timur, Amfoang Tengah dan Amfoang Selatan, hanya ada satu SPBU saja di Kelurahan Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan. Sehingga hal tersebut tidak menjawab kebutuhan masyarakat soal akses BBM.
Di lain sisi, selama ini kebutuhan BBM untuk masyarakat di Amfoang itu pasokannya dari Kota Kupang. Warga kerap menitipkan jeriken berukuran 20-35 liter lewat bus-bus untuk diisikan BBM.
Distribusi selanjutnya itu murni diperuntukan bagi petani untuk merontokkan padi dan dijual eceran. Kemudian kepada nelayan untuk menangkap ikan dalam kebutuhan rumah tangga.
"Jadi petani susah. Selama ini kami pergi ke kebun pakai motor, tapi karena tidak ada BBM sehingga kami parkir saja. Siswa yang rumahnya jauh dari sekolah juga banyak yang memilih tidak masuk sekolah," tutur Victor.
Ia mengatakan persoalan utama yang dihadapi masyarakat Amfoang setiap tahunnya adalah infrastruktur jalan dan jembatan yang putus total dan rusak parah. Seperti jembatan Termanu dan Kapsali di Kecamatan Amfoang Barat Daya.
Selanjutnya, jalan poros tengah melalui lereng Gunung Timau di Kecamatan Amfoang Tengah juga rusak parah. Hal itu mengakibatkan warga kesulitan bepergian ke Kota Kupang.
"Mulai jalan dan jembatan putus ini, kami masyarakat Amfoang terisolir. Memang bisa ke Kupang tapi sering kami transit karena jalan rusak dan tidak bisa dilewati bus. Jadi barang-barang bawaan kami, itu diestafet ke seberang baru naik bus lagi," terang Victor.
Camat Amfoang Utara, Hendra Mooy, menambahkan kondisi terakhir BBM di wilayahnya, itu stoknya tidak ada sejak Jumat (8/5/2026). Meski demikian, ia belum bisa memastikan harga jual BBM di Amfoang Utara.
"Memang stoknya habis sehingga kami sudah koordinasi dengan Polsek Amfoang Utara untuk disampaikan ke Polres Kupang terkait kelangkaan BBM di wilayah pesisir Amfoang. Kemudian kami berkoordinasi agar bus-bus menuju Amfoang yang muat BBM jangan ditahan karena semua itu milik masyarakat," kata Hendra.
Menurut Hendra, warganya sangat kesulitan untuk melaut dan merontokkan padi karena terjadinya kelangkaan BBM. Secara aturannya, Hendra berujar, BBM untuk petani dan nelayan bisa didapati berdasarkan surat rekomendasi dari desa/kelurahan.
"Yang jadi persoalan utama itu akses jalannya yang parah. Jadi ini kami akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait persoalan tersebut," kata Hendra.
Kepala Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Markus Akulas, juga setali tiga uang. Ia mengatakan warganya sangat kesulitan untuk mendapatkan Pertalite. Imbasnya warga yang mau menggiling padi, merontokan padi, dan memasukan air ke sawah menggunakan mesin pompa air juga tidak bisa.
"Tentunya kami sangat kesulitannya. Di sini BBM tidak ada lagi. Kemarin saya cek terakhir itu harga per liter yang dijual eceran itu sudah mencapai Rp 18-20 ribu," ujar Markus.
"Itu juga stoknya sangat terbatas. Kemarin saya mau beli untuk isi di motor saja sudah tidak ada lagi. Kalau sudah begini, maka aktivitas petani sudah pasti terhambat,"sambung Markus.
Ia berharap pemerintah segera membangun SPBU, baik itu di Kecamatan Amfoang Barat Laut maupun Amfoang utara, agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk akses BBM.
"Oh itu sangat memungkinkan untuk pembangunan SPBU supaya kami jangan susah-susah cari BBM lagi," pungkas Markus.
(nor/nor)










































