detikBali

98 Persen Siswa Seluruh Indonesia Sudah Ikuti TKA, Hasilnya Belum Maksimal

Terpopuler Koleksi Pilihan

98 Persen Siswa Seluruh Indonesia Sudah Ikuti TKA, Hasilnya Belum Maksimal


Sanusi Ardi W - detikBali

Mendikdasmen Abdul Mu’ti  ketika berpidato di acara Peresmian Revitalisasi sekolah di NTB, Minggu (17/5/2026).
Foto: Mendikdasmen Abdul Mu'ti ketika berpidato di acara Peresmian Revitalisasi sekolah di NTB, Minggu (17/5/2026). (Sanusi Ardi/detikBali)
Lombok Timur -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membeberkan tes kemampuan akademik (TKA) telah diikuti oleh 98 persen siswa di Indonesia. Ia menyebut TKA menjadi penentu bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan.

Mu'ti menyebut TKA bukanlah tes wajib untuk diikuti oleh siswa. Kendati demikian, saat ini TKA telah diikuti oleh 98 persen siswa di Indonesia. Namun, dia mengakui hasilnya belum maksimal.

"Walaupun TKA itu bukan merupakan tes yang wajib tapi partisipasi nasionalnya mencapai lebih dari 98 persen dari total murid yang ada di Indonesia," terang Mu'ti, Minggu (17/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan TKA bukan menjadi penentu kelulusan siswa. Melainkan kelulusan siswa ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan.

ADVERTISEMENT

"TKA tidak menjadi penentu kelulusan karena kelulusan itu ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan melalui tes yang diselenggarakan dan melalui nilai rapot yang semuanya dibuat oleh masing-masing satuan pendidikan," jelas Mu'ti.

Mu'ti melanjutkan, TKA merupakan menjadi penentu bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

"TKA itu menjadi penentu untuk para murid melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi dan melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang yang ada di atasnya," ucapnya.

Mu'ti menyebut perguruan tinggi saat ini telah meminta lampiran hasil TKA sebagai salah satu syarat untuk masuk kuliah. "Bahkan ada satu perguruan tinggi di Belanda yang mensyaratkan pendaftarnya dari Indonesia melampirkan hasil nilai TKA yang ada di Indonesia," imbuhnya.

Mu'ti mengungkapkan saat ini hasil capaian TKA masih belum maksimal. Namun ia berjanji akan tetap melakukan evaluasi untuk meningkatkan hasil TKA tersebut.

"Memang ada realitas di mana capaian nilai TKA belum tinggi sebagaimana kita harapkan.

Tapi itu bukan akhir dari segalanya. Itu justru menjadi awal untuk kita berbenah mengevaluasi dan meningkatkan mutu pendidikan dengan berbagai langkah dan strategi," ujar Mu'ti.




(hsa/nor)










Hide Ads