InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengungkap nilai investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga pertengahan 2026 telah mencapai lebih dari Rp 6 triliun secara kumulatif. Hal itu diungkapkan Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka.
"Nilai investasi secara kumulatif di KEK Mandalika itu mencapai Rp 6 triliun lebih," kata Troy kepada awak media, Jumat (22/5/2026) di Mandalika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Troy menjelaskan investasi tersebut turut berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga kini, KEK Mandalika diklaim telah menyerap sekitar 26.002 tenaga kerja dari berbagai sektor usaha yang berkembang di kawasan tersebut.
Saat ini terdapat sekitar 27 hingga 29 pelaku usaha yang telah beroperasi di KEK Mandalika. Usaha tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari pengembangan kawasan, utilitas, perhotelan, pariwisata, ekosistem motorsport, hingga layanan sport massage yang mendukung aktivitas di sirkuit.
"Saat ini telah terdapat 27-29 pelaku usaha yang sudah beraktivitas di KEK Mandalika," ujarnya.
Menurut Troy, masuknya investor domestik maupun internasional menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap pengembangan Mandalika dan NTB secara umum. Ia menilai keberadaan berbagai usaha tersebut turut meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Lombok.
"Terus kemudian dengan masuknya investor domestik dan internasional membuktikan kepercayaan investor bagi Mandalika, NTB pada umumnya," tegasnya.
Di sisi lain, Troy mengatakan bahwa yang menjadi hal yang positif dari meningkatnya tren ini adalah baiknya komunikasi antara ITDC dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Ia menyebut kolaborasi yang dijalin saat ini cukup baik sehingga menambah kepercayaan bagi para investor.
"Saya harus mengakui dukungan dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, cukup baik. Terlebih karena beliau mantan diplomat sehingga cukup agresif mengkampanyekan NTB," tegasnya.
Troy melihat Pemprov NTB saat ini agresif untuk terus melakukan komunikasi dengan segala pihak untuk mengembangkan daerah. Seperti, adanya wacana Seaplane di Bendungan Batujai dan penambahan rute penerbangan internasional.
"Kami juga sama-sama menunggu Seaplane yang akan bergerak, dan pembukaan penerbangan internasional dari NTB ke segala macam tinggal menunggu waktu. Mungkin karena situasi geo politik, tapi saya rasa arahnya cukup pasti ke arah sana dan yang paling penting ini untuk mempermudah investasi di Mandalika," imbuhnya.
Ia mengatakan, investor yang ada di Mandalika masih didominasi oleh pengusaha asing. Seperti dari Jepang, Spanyol, Amerika, Maroko, dan Singapura.
"Kalau ditanya kunjungan wisatawan dari Januari-April itu ada pada angka 285.003 pengunjung. Artinya, ini adalah angka yang cukup baik untuk Mandalika," bebernya.
Selain jumlah kunjungan, lama tinggal wisatawan juga mengalami peningkatan. Rata-rata wisatawan menghabiskan waktu 2,33 hari di Mandalika, naik dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 1,96 hari.
"Terus long of stay-nya cukup panjang, dari 2,33 hari dibandingkan dengan tahun sebelumnya itu sebesar 1,96 hari. Okupansi hotel meningkatkan dari 44,57 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya itu pada 41,54 persen," pungkasnya.
(nor/nor)










































