Proses pencarian Rianto (23), wisatawan asal Majalengka, Jawa Barat (Jabar) yang hilang digulung ombak Pantai Lakey, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (27/5/2026), belum membuahkan hasil. Tim SAR dan petugas gabungan kini melanjutkan pencariannya pada hari kedua.
Pencarian pada hari pertama atau pada Kamis (28/5/2026), petugas mengalami kendala dengan tingginya gelombang yang menyulitkan tim penyelam. Pada pencarian itu, petugas hanya menemukan sandal korban di celah-celah karang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Dompu, Wan Muhtajud mengatakan kondisi laut Lakey dengan gelombang tinggi menjadi perhatian petugas yang melakukan pencarian.
"Kondisi gelombang di Lakey memang besar medan banyak karang perlu waspada tinggi untuk keselamatan petugas," ujar Wan Muhtajud kepada detikBali Jumat (29/5/2026).
Wan mengungkapkan petugas gabungan menargetkan proses pencarian terhadap korban hanya dilakukan selama tiga hari. Namun rencana itu akan dipertimbangkan lagi dengan kondisi lapangan.
"Target awal tiga hari pertama, nanti di sesuaikan dengan kondisi di lapangan dan info-info sekunder yang didapatkan," tuturnya.
Sebelumnya, nasib nahas menimpa dua wisatawan domestik saat liburan Idul Adha 1447 H di Pantai Lakey, Rabi sore. Mereka digulung ombak dan satu orang hilang.
Kedua korban diketahui merupakan warga asal Jawa Barat yang sedang berada di Dompu untuk mengerjakan proyek pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih. Setelah melaksanakan Idul Adha, keduanya memutuskan berlibur ke Pantai Lakey.
Saat di Pantai Lakey, mereka berenang di spot pemandian Rock Poll tepatnya di depan Ali's Bar. Pada saat itu, keduanya sedang asyik mandi, tapi tiba-tiba dihantam gelombang besar hingga mereka terseret jauh ke dalam.
(hsa/iws)










































