detikBali

Ruang Guru SMAN 1 Lingsar di Lombok Barat Roboh Imbas Retakan Pascagempa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ruang Guru SMAN 1 Lingsar di Lombok Barat Roboh Imbas Retakan Pascagempa


M Zahiruddin - detikBali

Dua ruangan guru di SMAN 1 Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, NTB, roboh pada Minggu (7/6/2026).
Dua ruangan guru di SMAN 1 Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, NTB, roboh pada Minggu (7/6/2026). (Foto: M Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Dua ruang guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), roboh pada Minggu (7/6/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala SMAN 1 Lingsar, Efendi Agung Bijaksana, mengatakan bangunan tersebut roboh sekitar pukul 02.00 Wita. Sebelum roboh, gempa kecil yang terjadi pada Jumat (5/6) menyebabkan retakan pada plafon bangunan yang telah berusia puluhan tahun.

"Awalnya gempa membuat plafon retak sedikit. Besoknya retakan semakin besar sampai plafonnya roboh dan terlihat kayu penyangganya patah," tuturnya, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat kondisi bangunan yang terus memburuk, pihak sekolah langsung mengevakuasi berbagai aset penting pada Sabtu (6/6/2026), seperti dokumen, komputer, dan barang elektronik.

ADVERTISEMENT

"Kami hanya tidak sempat memindahkan AC karena perlu teknisi. TV juga masih tertinggal dan ikut rusak," kata Efendi.

Efendi memperkirakan kerugian akibat kerusakan barang mencapai sekitar Rp 15 juta. Sementara itu, nilai kerusakan bangunan diperkirakan mencapai Rp 1,3 miliar untuk dua ruangan yang roboh.

"Kalau barang-barang sekitar Rp 15 juta. Untuk bangunan, informasi yang kami terima sekitar Rp 1,3 miliar untuk dua ruangan itu," ujarnya.

Untuk mengantisipasi keterbatasan ruang, pihak sekolah menyiapkan opsi pembelajaran bergiliran. Selain ruang guru yang roboh, sejumlah fasilitas lain, seperti laboratorium, juga tidak dapat digunakan secara maksimal.

"Kemungkinan besar kami pakai sistem shift. Ada siswa yang belajar pagi dan ada yang belajar siang. Itu opsi yang paling memungkinkan kedepannya. Saat ini kami masih lebih mudah mengatur karena siswa sedang ujian semester," jelasnya.

Pihak sekolah juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lingsar. Polisi kemudian memasang garis polisi di lokasi untuk mencegah siswa mendekati area yang berpotensi membahayakan.

"Polsek Lingsar langsung memasang garis polisi. Karena yang roboh ini juga ruang guru, kami tidak bolehkan siswa mendekat ke lokasi," katanya.

Efendi berharap pemerintah segera merehabilitasi bangunan yang rusak agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Menurutnya, sebagian besar bangunan di SMAN 1 Lingsar sudah berusia tua, bahkan ada yang dibangun sejak 1997.

"Kalau melihat kondisi sekarang, sebenarnya banyak bangunan yang sudah tidak layak ditempati dan harus diperbaiki," katanya.




(dpw/dpw)










Hide Ads