Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mendapatkan suntikan dana insentif sebesar Rp 3 miliar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, anggaran ini akan difokuskan untuk menangani permasalahan sampah, salah satunya peningkatan satu unit armada pengangkut.
"Dari insentif yang kita dapatkan Rp 3 miliar dari Kemendagri berkaitan dengan kreativitas financing, alokasinya (kami fokuskan) untuk peningkatan penanganan sampah pada armada kendaraan," kata Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, saat diwawancarai di ruangannya, Senin (8/6/2026).
Sebagai informasi, Kota Mataram meraih penghargaan terbaik I Kategori Creative Financing dalam ajang apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 pada 19 Mei lalu, dengan insentif dana Rp 3 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mohan mengaku sangat bersyukur adanya suntikan dana segar senilai Rp 3 miliar dari Kemendagri di tengah kondisi fiskal daerah yang sangat terbatas.
"Harus terpakai (sampai habis), makanya kami bersyukur sekali anggaran itu kami dapatkan. Rp 3 miliar dengan kondisi seperti sekarang itu kan sangat berdampak sekali. Kemampuan kita di daerah dengan kondisi fiskal sekarang ini tidak banyak infrastruktur yang bisa kita perbaiki. Sekarang ini dengan uang ini lumayan untuk membantu," tutur Mohan.
Untuk mempercepat pencairan dana insentif senilai Rp 3 miliar, Mohan menyebut telah melengkapi proses penandatanganan sebagai syarat pencairan. "Saya sudah tanda tangani (berkas itu) dan dikirim (langsung) ke Kemendagri, kemarin diminta cepat untuk alokasi," jelasnya.
Adapun beberapa alokasi lain yang difokuskan Mohan antara lain, penataan penyeragaman PKL di kawasan eks Bandara Selaparang. Untuk menata PKL agar terlihat rapi, Pemkot Mataram akan menggelontorkan anggaran sekitar Rp 200 juta.
"Bukan soal kewajiban, tapi itu memang komitmen kami. Meskipun pengelolaanya di Kokapura (Koperasi Angkasa Pura), kami juga intervensi supaya masyarakat yang berkunjung bisa nyaman. Pedagang juga bisa layaklah berjualan disitu. Jadi lapaknya kita seragamkan," imbuhnya.
Di sisi lain, dana insentif senilai Rp 3 miliar tersebut juga akan digunakan untuk pemagaran kawasan pemakaman HARUM dengan luasan 2 hektar are (ha), pembangunan gudang obat di Jalan Lingkar Selatan, serta penambahan area taman bermain bagi anak-anak di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Mataram.
"Saya akan tambahkan untuk RTH (juga), buatkan taman bermain untuk anak-anak, sama untuk penerangan lampu," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi menyebut, pihaknya telah mengusulkan penambahan unit armada pengangkut sampah sebanyak 5 unit. Namun, karena keterbatasan fiskal daerah, penambahan hanya bisa dilakukan satu unit saja.
"Tadinya kami usulkan ditambah lima unit, tapi keterbatasan fiskal. Pak Wali haya bisa menyetujui satu unit dulu sementara ini. Itu kita pakai untuk mengganti kendaraan yang benar-benar rusak di kantor," katanya, Senin.
Nizar menyebut, satu unit armada pengangkut sampah ini dibanderol sekitar Rp 550 juta. "Sekitar Rp 550 juta (harga per unit)," jelasnya.
(hsa/iws)










































