detikBali

Kuota SPMB Sekolah Rakyat Lombok Barat Dipangkas, Cuma Sediakan 60 Kursi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kuota SPMB Sekolah Rakyat Lombok Barat Dipangkas, Cuma Sediakan 60 Kursi


M. Zahiruddin - detikBali

Para siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, Selasa (15/7/2025). (Foto: M Zahiruddin/detikBali)
Foto: Para siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, Selasa (15/7/2025). (Foto: M Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Kuota penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), berkurang pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Pengurangan itu terjadi karena sampai saat ini gedung SR permanen di Lombok Barat belum juga dibangun.

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, Satria Irwandi, mengatakan kuota siswa yang diterima tahun ini hanya 60 orang. Jumlah tersebut turun dibanding tahun lalu yang mencapai 100 siswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya SRMP, pengurangan kuota tersebut berlaku untuk Sekolah Rakyat Dasar (SRD) Lombok Barat.

"Kami tetap mendapatkan jatah penerimaan murid baru, jumlahnya 60. Sekolah Rakyat Dasar (SRD) juga 60 orang," ujar Satria, Kamis (11/6/2026).

ADVERTISEMENT

Satria menjelaskan kuota penerimaan siswa tahun ini lebih banyak dialokasikan untuk Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pasalnya, gedung SR permanen telah dibangun di wilayah tersebut.

"Ada porsinya, jadi karena di Lombok Utara bangunan permanen, maka diprioritaskan siswa dari sana lebih banyak. Kalau digabungkan nanti banyak jumlahnya," jelasnya.

Meski demikian, ia optimistis kuota siswa untuk Lombok Barat akan kembali bertambah setelah pembangunan SR permanen terealisasi. Menurutnya, jumlah anak yang layak menjadi siswa SR di Lombok Barat cukup tinggi, mencapai 300 orang tahun ini.

"Cukup tinggi di Lombok Barat ini, bahkan sampai 300 lebih," katanya.

Di sisi lain, Satria mengungkapkan proses pendaftaran siswa baru telah selesai dilakukan. Kini, pihak Kementerian Sosial (Kemensos) sedang melakukan data calon siswa, terutama terkait status desil sebagai syarat utama penerimaan.

"Untuk pendaftaran sudah selesai, sedang diverifikasi sekarang terkait dengan desil mereka," tuturnya.

Ia mengatakan 60 siswa baru tersebut nantinya akan belajar sekaligus tinggal di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Lombok Utara bersama siswa dari daerah lain.

Sebelumnya, Sekolah Rakyat di Lombok Barat ditargetkan mulai dibangun pada September 2025. Sekolah Rakyat tersebut akan dibangun di Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, tepatnya di sebelah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat.

"September kami sudah mulai groundbreaking," ujar Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRPM) Lombok Barat, Senin (14/7/2025).

Namun, Pembangunan gedung sampai saat ini masih stagnan. Musababnya, lahan seluas 8,5 hektare (ha) yang disiapkan sebagai lokasi pembangunan sekolah itu terhambat karena masih berstatus Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).




(nor/nor)










Hide Ads