Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Biosolar di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami penurunan ada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, alokasi minyak tanah justru meningkat.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Flores Timur, Tarsisius Kopong, mengatakan penetapan kuota oleh BPH Migas menunjukkan penurunan cukup signifikan untuk Pertalite dan Biosolar. Kuota Pertalite pada 2025 sebesar 14.714 kiloliter (KL), sedangkan 2026 menjadi 13.034 KL atau berkurang 1.680 KL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biosolar pada 2025 sebanyak 8.250 KL, turun pada 2026 sebesar 4.426 KL. Minyak tanah pada 2025 sebesar 5.971 KL naik pada 2026 menjadi 6.339 KL," kata Tarsisius, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, penurunan kuota tersebut turut memengaruhi alokasi bulanan di sejumlah SPBU. Pada periode Mei-Juni 2026, kuota Biosolar di SPBU 54.862.01 berkurang 24 KL. Sementara itu, kuota Pertalite di SPBU 54.862.02 turun 88 KL dan di SPBU 55.862.05 berkurang 24 KL.
Menyikapi isu kelangkaan BBM di sejumlah SPBU, Pemkab Flores Timur melalui Tim Pengawas dan Pengendalian Pendistribusian BBM telah melakukan pemantauan dan koordinasi di lapangan. Pengawasan difokuskan pada pembelian BBM secara berulang yang diduga untuk dijual kembali, termasuk penggunaan jeriken atau wadah lain oleh pihak yang bukan subpenyalur resmi.
"Pelayanan terhadap mobil yang hanya menggunakan barcode, penjadwalan pengambilan oleh subpenyalur di SPBU, subpenyalur dalam mengambil BBM subsidi wajib mengisi lembaran kontrol pengambilan lampiran di surat rekomendasi," imbuhnya.
Penurunan kuota BBM secara Kabupaten akan berpengaruh pada alokasi bulanan dari pertamina ke lembaga penyalur, serta pasokan BBM subsidi dari Pertamina ke Lembaga Penyalur lancar meskipun alokasinya turun.
"Rentang selisih harga BBM subsidi dengan BBM nonsubsidi agak besar, sehingga berpengaruh pada animo masyarakat cenderung menggunakan BBM Subsidi, pemerintah Kabupaten Flores Timur berkoordinasi dengan BPH Migas," tandasnya.
(nor/nor)

