Euforia kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) atas Arsenal di final Liga Champions berujung ricuh di sejumlah titik di Paris, Prancis. Polisi setempat menangkap lebih dari 130 orang setelah terjadi bentrokan dan gangguan keamanan.
Dilansir dari detikSports, selain menangkap ratusan orang, polisi melaporkan sedikitnya enam kendaraan dan dua bangunan toko mengalami kerusakan selama kerusuhan berlangsung. Asap juga terlihat membumbung dari beberapa lokasi saat bentrokan terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan media Prancis, sebagian suporter PSG menyalakan dan menembakkan kembang api ke arah aparat keamanan. Polisi kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Sejumlah video yang beredar memperlihatkan petugas antihuru-hara terlihat berlari mengejar kelompok suporter yang terlibat kericuhan. Polisi juga tampak memadamkan flare yang dibuang di jalanan. Beberapa pendukung PSG bahkan terlihat mengenakan kaus bertuliskan "FU*K ARSENAL 2026" saat merayakan kemenangan.
Sementara juru bicara kepolisian menegaskan tujuan utama aparat adalah memastikan masyarakat bisa merayakan kemenangan dengan aman.
"Tanggung jawab kami adalah menjamin semua orang dapat merayakan secara meriah, tenang, dan aman sepenuhnya."
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengungkapkan telah menyiapkan sistem pengamanan yang sangat ketat untuk mencegah kekerasan meluas.
"Ada sistem pengamanan yang sangat kuat dan sangat solid untuk membatasi kekerasan," ujarnya.
Pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 22 ribu polisi untuk menjaga keamanan selama final Liga Champions. Langkah itu diambil karena pengalaman buruk musim lalu.
Saat PSG menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Inter Milan, perayaan suporter berujung kerusuhan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan hampir 200 orang mengalami luka-luka.
Meski terjadi sejumlah insiden, sebagian besar perayaan berlangsung relatif damai. Tayangan televisi memperlihatkan kawasan Champs-Élysées dipenuhi ribuan suporter PSG yang merayakan keberhasilan timnya.
Polisi memperkirakan sekitar 20 ribu orang berkumpul di kawasan ikonik tersebut. Sebagian pendukung menyalakan flare dan kembang api, tetapi situasi secara umum masih terkendali dibanding insiden yang terjadi di beberapa titik lain di Paris.
Artikel ini telah tayang di detikSports. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)










































