detikBali

Uji Nyali di Air Terjun Tibu Bunter, Rappelling Seru di Lombok Timur

Terpopuler Koleksi Pilihan

Uji Nyali di Air Terjun Tibu Bunter, Rappelling Seru di Lombok Timur


Abdurrasyid Efendi - detikBali

Pengunjung sedang  bermain rappelling di Air Terjun Tibu Bunder, Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, NTB, Minggu (12/4/2026). (Abdurrasyid Efendi)
Foto: Pengunjung sedang bermain rappelling di Air Terjun Tibu Bunder, Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, NTB, Minggu (12/4/2026). (Abdurrasyid Efendi)
Lombok Timur -

Air Terjun Tibu Bunter, salah satu wisata air terjun berada di Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain dikenal dengan keindahan alamnya, air terjun ini juga menjadi salah satu tempat olahraga rappelling atau turun dari tebing di Lombok Timur.

Salah satu pengelola Air Terjun Tibu Bunter, Tomy Sukardi, mengatakan olahraga rappelling tersebut mulai dikenalkan sejak satu tahun yang lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah buka satu tahun. Sempat tutup sebentar karena musim hujan," kata Tomy kepada detikBali, Minggu (12/4/2026).

Untuk bisa menikmati sensasi olahraga ekstrem ini, harganya terbilang cukup murah. Pengunjung cukup merogoh kantong Rp 185 ribu per orang. Semua peralatan sudah disiapkan pengelola, mulai dari alat pelindung dan alat pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

ADVERTISEMENT

Bahkan, dengan budget tersebut, pengunjung juga mendapatkan makan dan minum. Harga itu, juga sudah termasuk jasa dokumentasi.

"Untuk video dan foto gratis. Foto sepuasnya. Nanti kami arahkan untuk gaya fotonya. Setelah itu, nanti mereka bisa gaya bebas. Harga itu juga sudah termasuk bayar masuk dan parkirnya gratis," sebut Tomy.

Wisata tersebut tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal. Melainkan juga wisatawan mancanegara. Tarif yang dipatok untuk wisatawan mancanegara ini berbeda dengan pengunjung lokal.

"Kalau orang luar negeri kami ambil (tarif) Rp 350 ribu, Rp 50 ribu (diberikan) untuk guide yang mengarahkan," kata Tomy.

Dalam sehari, pengelola bisa menerima puluhan pengunjung untuk menikmati sensasi bergelantungan di tengah-tengah air terjun. Masing-masing orang punya jatah satu kali untuk menuruni tebing air terjun tersebut. Bisa juga dua kali jika hasil dokumentasi kurang maksimal.

"Satu kali main ini kami puasin, nggak kami batasin. Nggak ada batas waktunya. Kalau dia salah, bisa dua kali. Ataupun dia nanti kurang sehat atau bagaimana, bisa turun dulu, nanti naik lagi. Ataupun misalnya fotonya buram, bisa komplain, bisa main besok lagi, gratis," ucap dia.

Dikatakan, olahraga rappelling di Air Terjun Tibu Bunter buka setiap hari, kecuali hari Jumat. Terkadang, ditutup jika dirasa cuaca tidak mendukung.

Untuk memastikan keselamatan pengunjung dan tim, pihak pengelola menugaskan orang untuk memantau situasi air. Pemantau itu berada 3 kilometer (km) dari air terjun.

"Tetap ada dari satu tim menjaga sekitar 3 kilometer dari sini (air terjun), menjaga air datang. Contohnya, kalau air keruh dan besar, teman yang ada 3 km dari air terjun itu, memberitahu kami (melalui Handy Talky atau HT). Jadi, untuk menjaga keselamatan tim dan customer kami jamin," kata dia.

Salah satu pengunjung, Dwi, mengaku merasa puas dengan rappelling di Air Terjun Tibu Bunter. Ia merasakan adrenalinnya terpacu saat bergelantungan.

"Deg-degan. Pertama kali ini, tapi seru," ucap perempuan asal Kota Mataram itu.

Dwi mengetahui adanya rappelling di Air Terjun Tibu Bunter dari media sosial. Baginya, harga Rp 185 ribu itu sesuai dengan pengalaman yang didapatkan.

"Ini baru pertama kali datang. Puas sekali, tempatnya bagus dan orang-orangnya juga ramah. Budgetnya sesuai dengan apa yang didapat," katanya.




(nor/nor)










Hide Ads