Seribu pohon endemik Bali ditanam di Nuanu Park, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Langkah ini dilakukan sebagai edukasi sekaligus konservasi tanaman asli Bali yang kini keberadaannya mulai langka.
Para wisatawan yang berkunjung diajak ikut menanam langsung. Wisatawan domestik, mancanegara baik tua maupun muda ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Ada 14 jenis pohon yang ditanam, di antaranya beringin, majegau, sandat Bali, celagi (asam), intaran, kenanga, boni, dan sentul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manager Venue Nuanu Magic Garden, Ni Komang Sri Juni Sartika, Sabtu (30/5/2026) menjelaskan belasan jenis pohon yang ditanam memiliki kaitan dengan budaya Bali, khususnya dalam sarana upakara. Selain itu, keberadaan beberapa flora tersebut kini tergolong langka di Pulau Dewata.
"Aksi penanaman 1.000 pohon ini dimulai dari akhir Mei hingga awal bulan Juni. Kegiatan ini untuk mendukung misi Magic Garden dalam edukasi, konservasi, restorasi, dan habitat building," ujar Sri Juni Sartika.
Dia menjelaskan wisatawan diajak ikut menanam dengan menambahkan nama serta tanggal penanaman. Harapannya, ketika mereka berkunjung dua atau bahkan 10 tahun ke depan, dapat melihat pohon yang mereka tanam tumbuh.
Kegiatan ini turut didukung oleh Kebun Raya Bali dalam hal bibit pohon. Staf Edukasi Kebun Raya Bali, Komang Sandiasa menambahkan penanaman pohon di kawasan pariwisata sangat penting. Sehingga wajib hukumnya mementingkan ekosistem lingkungan dan konservasi.
"Tumbuhan adalah pendamping hidup kita dan kita harus berdampingan dengan alam. Semoga langkah ini menggugah hati banyak pelaku pariwisata untuk ikut menjaga dan merawat alam," tegasnya.
Sandiasa menjelaskan, pihaknya mendukung total bibit yang sudah ada khususnya pohon langka di Bali. Ada satu jenis pohon endemik Bali yang keberadaannya kini terancam punah yakni, cemara pandak. Pohon ini banyak diincar untuk bahan bangunan sehingga keberadaannya di alam liar mulai terancam.
Selain perburuan, cemara pandak adalah karakter pohon yang tidak mau berbagi dengan sekitar. Dari akarnya keluar cairan khusus yang membuat areal di sekelilingnya menjadi kering.
Walhasil, biji cemara ini harus dipetik manual untuk pembibitan. Dan jika biji jatuh ke areal akar, maka biji tersebut akan membusuk dan tidak bisa dikembangbiakkan.
"Pohon cemara pandak ini banyak diincar karena kualitas kayunya hampir sama dengan Pohon Jati. Selain itu pohon ini hanya hidup di wilayah dataran tinggi saja," pungkasnya.
(hsa/hsa)










































