detikBali

Hobi Mahal di Jembatan Merah: Terbangkan Pesawat Rakitan Harga Sultan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Hobi Mahal di Jembatan Merah: Terbangkan Pesawat Rakitan Harga Sultan


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Suasana keseruan komunitas Randa-Rundu Aeromodelling Bali menerbangkan miniatur pesawat terbang mereka di jembatan merah kawasan PKB Klungkung, Bali, Sabtu (30/5/2026).
Foto: Suasana keseruan komunitas Randa-Rundu Aeromodelling Bali menerbangkan miniatur pesawat terbang mereka di jembatan merah kawasan PKB Klungkung, Bali, Sabtu (30/5/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Setiap akhir pekan, Komunitas Randa Randu Aeromodelling Bali mengubah Jembatan Merah di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung jadi landasan pacu pesawat terbang. Kawasan eks galian C di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan yang luas ini dinilai paling nyaman dan aman untuk menyalurkan hobi kedirgantaraan mereka. Salah satu hobi yang tergolong mahal.

Aktivitas menerbangkan berbagai replika pesawat miniatur ini dilakukan satu kali dalam seminggu. Belasan anggota yang berasal dari berbagai daerah di Bali datang dari pukul 06.00 Wita. Mereka mulai menggunakan area jembatan sebagai landasan sejak pagi hingga 11.00 Wita.

Meski dilakukan tanpa riuh penonton ataupun kerumunan warga, pemandangan deretan pesawat remote control yang lepas landas dan membelah langit Klungkung ini menyajikan keseruan tersendiri bagi siapa saja yang kebetulan melintas di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditemui detikBali pada Sabtu (30/5/2026), Ketua Komunitas Randa Rundu Bali, Nyoman Wira Gunarta (39), menceritakan pemilihan lokasi ini didasari oleh faktor keamanan. Sebelum menetap di Klungkung, komunitas yang sudah ada sejak 2002 ini sempat berpindah-pindah lokasi latihan, termasuk ke area persawahan di Tabanan dan Pantai Siyut Gianyar.

ADVERTISEMENT

"Dulu sempat main di sawah daerah Tabanan, tapi takutnya mengganggu aktivitas petani dan bisa membahayakan orang di sekitar lokasi. Setelah teman-teman mengecek ke sini, ternyata tempatnya sangat bagus. Akhirnya kami memutuskan pindah ke Jembatan Merah PKB ini," ujar pria asal Mengwi, Badung tersebut.

Suasana keseruan komunitas Randa-Rundu Aeromodelling Bali menerbangkan miniatur pesawat terbang mereka di jembatan merah kawasan PKB Klungkung, Bali, Sabtu (30/5/2026).Suasana keseruan komunitas Randa-Rundu Aeromodelling Bali menerbangkan miniatur pesawat terbang mereka di jembatan merah kawasan PKB Klungkung, Bali, Sabtu (30/5/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)

Wira menambahkan komunitasnya sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung atau sekadar belajar, meskipun risiko kerusakan unit selalu ada.

"Awal-awal pemula biasanya masih takut jatuh, dan memang kemungkinan jatuh itu selalu ada saat latihan terbang. Tapi kami di sini saling berbagi ilmu," imbuhnya.

Pesawat yang ia terbangkan sendiri seharga Rp 19 juta. Itu baru satu dari sekitar 12 koleksi pesawat yang ia miliki. Dari 12 pesawat itu, 9 di antaranya siap terbang. Sedangkan tiga lainnya dalam proses perakitan. Jenis dan harganya pun bervariasi.

Soal hobi, Wira menjelaskan para anggota komunitas memiliki motivasi berbeda-beda. Namun yang pasti mereka disatukan dengan kegemaran yang sama.

"Seperti saya, saya ini pengusaha mebel. Dan selama di sini, saya banyak bertemu relasi," terangnya.

Ditanya arti Randa Rundu, Wira sambil tersenyum menceritakan bagaimana mereka dulunya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menerbangkan pesawat mini mereka.

"Randa-rundu artinya mondar-mandir," pungkasnya.

Tanpa riuh penonton, 10 hingga 15 orang anggota komunitas tetap menikmati setiap detik memacu armada mereka di atas landasan darurat ini. Anggota komunitas, Nengah Jaya Widiantara (33), menyebutkan para penghobi yang berkumpul berasal dari berbagai daerah lintas kabupaten di Bali.

"Anggota kami ada yang asli dari Klungkung, lalu ada juga yang datang jauh-jauh dari Denpasar, Gianyar, Mengwi, hingga Tegalalang," kata Nengah.

Ada yang Bisa Terbang Sampai ke Nusa Penida

Koleksi pesawat yang mengudara dari atas proyek PKB ini sangat kontras, mencerminkan nilai investasi hobi yang beragam dari tiap anggota. Untuk kelas pemula, terdapat miniatur pesawat latih seharga Rp 2,5 jutaan dari bahan stirofoam ringan yang menjadi andalan untuk melatih insting terbang tanpa takut rugi besar jika jatuh. Ada pula tipe menengah seperti model replika Decathlon dan Breitling untuk mengasah ketepatan navigasi.

Sementara untuk kelas sultan, komunitas ini menerbangkan jet replika premium seperti tipe T7 A EDF pabrikan hingga yang bertenaga mesin turbin asli dengan harga menembus Rp 120 juta per unit.

Selain itu, ada juga unit canggih dengan sistem remote ELRS yang mampu dikendalikan hingga radius 5 kilometer dan merekam visual hingga ke arah Pulau Nusa Penida.

Alasan utama Komunitas Randa Rundu betah menjadikan tempat ini sebagai landasan adalah bentang alamnya yang luas dan bersih dari rintangan kabel atau tiang listrik.

Suasana pagi di Jembatan Merah pun menawarkan visual yang sangat estetik. Semburat matahari terbit menyinari arsitektur jembatan yang merah menyala, berpadu sempurna dengan latar belakang siluet Gunung Agung yang berdiri megah.

Kombinasi ketenangan alam Bali Timur dan liukan teknologi aeromodelling ini sukses menciptakan atmosfer akhir pekan yang seru sekaligus memanjakan mata bagi siapa saja yang melihatnya.




(hsa/hsa)










Hide Ads