detikBali

Tirta Tadah Uwuk, Hidden Gem Wisata Alam dan Religi di Klungkung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tirta Tadah Uwuk, Hidden Gem Wisata Alam dan Religi di Klungkung


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Suasana keindahan alam dan kesunyian di Tirta Tadah Uwuk, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (6/5/2026).
Suasana keindahan alam dan kesunyian di Tirta Tadah Uwuk, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (6/6/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan Banjar Uma Anyar, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, terdapat satu mata air yang belum banyak diketahui wisatawan. Namanya Tirta Tadah Uwuk. Tempat ini bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan cerita dan nilai spiritual yang masih dijaga masyarakat setempat.

Saat detikBali berkunjung pada Sabtu (6/6/2026) pagi, suasana di kawasan itu tampak begitu sepi. Tidak ada satu pun pengunjung terlihat. Hanya suara burung dari pepohonan dan gemericik air Tukad Melangit yang mengalir di bawah petirtaan yang terdengar. Udara terasa sejuk, jauh dari hiruk pikuk Kota Semarapura yang berjarak sekitar 15 menit perjalanan.

Di tengah suasana hening itu, detikBali bertemu dengan pengelola sekaligus penggagas Tirta Tadah Uwuk, Wayan Gde Darmika. Darmika merupakan Sekretaris Badan Pengelola Wisata Tirta Tadah Uwuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kawasan ini sebenarnya sudah kami rintis sejak 17 tahun lalu. Belakangan baru banyak yang tahu sejak setahun lalu," kata Darmika.

ADVERTISEMENT

Menurut Darmika, tempat ini sebenarnya telah lama dibuka untuk umum. Namun, kunjungan wisatawan mulai meningkat sekitar setahun terakhir setelah mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Klungkung.

Dari sana, sejumlah influencer mulai datang membuat konten hidden gem untuk dibagikan di media sosial. Perlahan, nama Tirta Tadah Uwuk mulai dikenal wisatawan.

Daya tarik utama tempat ini berada pada petirtaan suci dengan sembilan pancuran yang mengikuti konsep Dewata Nawasanga.

Lima pancuran berada di bagian atas dan empat pancuran di bagian bawah. Di area paling bawah terdapat kolam umum yang dapat digunakan pengunjung tanpa harus mengenakan kain tradisional Bali atau kamen.

"Di bagian kedua, ada satu pancuran yang dikhususkan untuk upacara kematian. Itu pancuran dikasi terali besi," terangnya.

Nilai Religi dan Kepercayaan Warga

Suasana keindahan alam dan kesunyian di Tirta Tadah Uwuk, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (6/5/2026).Suasana keindahan alam dan kesunyian di Tirta Tadah Uwuk, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (6/5/2026). Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali

Secara literal, Tadah Uwuk berasal dari kata Tadah dan Uwuk. Tadah merujuk pada arti mati, kematian, membunuh, peleburan, mayat, dan sejenisnya. Sementara Uwuk berarti cairan, air mayat, cerukan, atau tempat.

"Jadi merujuk pada arti atau makna kata tersebut, Tadah Uwuk adalah sebuah tempat di mana air mayat mengalir untuk melebur segala kekotoran diri. Air Mayat bukan berarti air 'danur' atau bahasa Balinya banyeh, tetapi air peleburan untuk melebur segala kekotoran yang terdapat dalam diri, sehingga diri dapat tersucikan kembali. Sebab orang yang kotor, hidup seperti mayat berjalan sebagaimana kitab Sarasamusccaya menyebutkan," jelas Darmika.

Dari makna tersebut, Darmika menuturkan masyarakat setempat meyakini mata air ini memiliki khasiat menyembuhkan wabah cacar. Hingga kini, masih banyak warga yang datang untuk melukat dan memohon kesembuhan.

"Secara logis mungkin karena dibersihkan penyakitnya hilang. Atau mungkin ada kandungan belerang di airnya. Tapi yang pasti ini kepercayaan warga," jelasnya.

Sebagai wisata religi, Tirta Tadah Uwuk juga mulai dikunjungi wisatawan mancanegara. Darmika yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata menyebut banyak wisatawan asing datang untuk merasakan suasana sejuk dan ritual melukat di tempat itu.

Pengelola pun mengembangkan paket wisata melukat. Pengunjung diajak membuat banten di rumah warga sebelum dipimpin Jero Mangku menjalani ritual melukat dengan filosofi "mengambil energi positif dari saudara empat yang lahir bersama kita".

Masuk Gratis

Suasana keindahan alam dan kesunyian di Tirta Tadah Uwuk, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (6/5/2026).Suasana keindahan alam dan kesunyian di Tirta Tadah Uwuk, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (6/5/2026). Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali

Pengelola tidak memungut biaya masuk maupun biaya melukat di kawasan Tirta Tadah Uwuk.

"Kami tidak memungut biaya apa pun. Donasi dipersilakan seikhlasnya. Saya merasa tidak nyaman jika tempat suci dipungut biaya. Wisatawan mancanegara juga sama," tegas Darmika.

Meski demikian, pengunjung tetap dapat menyewa kamen seharga Rp 5 ribu dan loker penyimpanan barang atau pakaian Rp 5 ribu.

Fasilitas di kawasan ini juga terbilang cukup memadai. Mulai dari area parkir, akses jalan berupa anak tangga, toilet, hingga tempat mengganti pakaian sudah tersedia.

Bagi pengunjung yang ingin bersantai, pengelola juga menyediakan kafe bernama Tadah Uwuk Coffee and Eatery. Setelah melukat, pengunjung dapat menikmati kopi, aneka jus, hingga makanan tradisional khas Bali.

"Setelah mandi, pengunjung bisa bersantai sambil minum kopi atau aneka jus. Kami juga menyediakan makanan tradisional di sini," terang Darmika.

Meski tersembunyi, akses menuju Tirta Tadah Uwuk tidak terlalu sulit. Dari pusat Kota Semarapura, perjalanan dapat ditempuh menuju Banjarangkan lalu ke Desa Nyalian dengan patokan Pura Puseh Umanyar. Pengunjung tinggal mengikuti petunjuk arah menuju Tirta Tadah Uwuk.

Alternatif lainnya, wisatawan dapat menggunakan aplikasi peta digital dengan kata kunci Tirta Tadah Uwuk Desa Nyalian.

Tempat pemandian suci ini buka setiap hari dari pagi hingga sore.

Dari sebuah mata air yang tersembunyi dan sunyi, Tirta Tadah Uwuk perlahan berkembang menjadi destinasi yang memadukan alam, spiritualitas, dan kearifan lokal. Bagi wisatawan yang ingin menenangkan pikiran sekaligus menikmati suasana alam, tempat ini bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan akhir pekan.




(dpw/dpw)











Hide Ads