detikBali

Pendakian Gunung Adeng Padukan Keindahan Alam dan Nilai Spiritual

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Pendakian Gunung Adeng Padukan Keindahan Alam dan Nilai Spiritual


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Jalur pendakian Gunung Adeng di Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. (Foto: Krisna Pradipta/detikBali)
Jalur pendakian Gunung Adeng di Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. (Foto: Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Gunung Adeng di Kabupaten Tabanan, Bali, menjadi salah satu destinasi baru bagi para pecinta alam yang mencari pengalaman pendakian berbeda. Destinasi pendakian ini memadukan keindahan alam dan nilai spiritual dengan suasana yang tenang dan menyejukkan.

"Salah satu daya tarik utama Gunung Adeng adalah keberadaan Pura Pucak Adeng yang terletak di puncak gunung. Pura tersebut menjadi tujuan spiritual bagi umat Hindu sekaligus memberikan nilai religius yang kuat bagi kawasan," jelas Sunarya Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Abang Lestari, I Wayan Sunarya, Sabtu (13/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunung Adeng dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Abang Lestari yang beranggotakan 46 orang dan mendapat dukungan dari Banjar Abang, Desa Baturiti, Tabanan. Kawasan ini merupakan bagian dari hutan lindung yang pengelolaannya mendapat izin dari Kementerian Kehutanan.

Sunarya mengatakan jalur pendakian Gunung Adeng mulai dibuka sejak dua tahun lalu. Setelah mengurus izin serta proses yang ketat, Kementerian Kehutanan kemudian mengeluarkan izin pengelolaan kawasan hutan konservasi untuk warga setempat.

ADVERTISEMENT

Menurut Sunarya, pendakian menuju puncak Gunung Adeng dapat ditempuh melalui satu jalur utama yang terdiri dari tiga pos peristirahatan. Sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhi vegetasi yang masih lebat dan suasana alam yang asri.

Gunung Adeng memiliki ketinggian mencapai 1.802 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pengelola mewajibkan para pendaki untuk membawa turun kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan.

"Komitmen tersebut menjadikan kawasan ini dikenal sebagai salah satu jalur pendakian dengan pengelolaan kebersihan yang baik di Bali," ujarnya.

Untuk mendaki Gunung Adeng, pengunjung dikenakan biaya Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) sebesar Rp 20 ribu per orang. Setiap pendaki diwajibkan melakukan registrasi dengan data yang jelas, menyampaikan tujuan pendakian, serta melapor kembali setelah turun dari gunung.

Adapun, pendakian Gunung Adeng dibuka mulai pukul 03.00 hingga 18.00 Wita. "Pada akhir pekan, jumlah kunjungan bisa mencapai sekitar 100 orang per hari," imbuh Sunarya.

Ke depan, pengelola berencana mengembangkan jalur alternatif yang dapat digunakan sesuai kondisi musim. Jalur cadangan tersebut diharapkan menjadi solusi saat musim hujan, dengan medan yang lebih landai dan aman bagi para pendaki.




(iws/iws)











Hide Ads
LIVE