Beasiswa Rusia untuk Mahasiswa RI: Kuliah Gratis S1-S3, Ada Jalur Rosatom dan Rusal

ADVERTISEMENT

Beasiswa Rusia untuk Mahasiswa RI: Kuliah Gratis S1-S3, Ada Jalur Rosatom dan Rusal

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Kamis, 02 Jul 2026 08:15 WIB
Perusahaan Nuklir milik pemerintah Rusia yaitu Rosatom
Perusahaan nuklir Rusia menyediakan beasiswa bagi mahasiswa internasional termasuk Indonesia Foto: Sputnik/Evgeny Biyatov
Jakarta -

Peluang mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Rusia terus diperluas. Dengan beragam skema pendanaan, beasiswa tersedia untuk bidang-bidang strategis seperti energi nuklir, teknik, kedokteran, hingga teknologi informasi.

Direktur Russian House di Indonesia, Nikita Shilikov, mengatakan pelajar Indonesia dapat memanfaatkan beragam jalur beasiswa. Mulai dari program yang didanai langsung oleh Pemerintah Federasi Rusia hingga beasiswa yang disediakan universitas dan perusahaan-perusahaan besar Rusia.

"Pertama program kuota Pemerintah Federasi Rusia, yaitu kesempatan bagi warga negara asing untuk menempuh pendidikan gratis yang dibiayai oleh anggaran federal Rusia," kata Nikita dalam keterangannya pada detikEdu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sarjana (S1), spesialis, magister (S2), hingga doktoral (S3). Pilihan program studi pun sangat luas, mulai dari rumpun humaniora hingga bidang teknik. Di Indonesia, proses seleksi dan koordinasi program tersebut dilakukan melalui Russian House.

ADVERTISEMENT

Melalui skema kuota Pemerintah Federasi Rusia, mahasiswa memperoleh sejumlah fasilitas utama, antara lain:

  • Biaya kuliah penuh, termasuk program persiapan bahasa Rusia.
  • Tunjangan bulanan dengan ketentuan yang sama seperti mahasiswa Rusia.
  • Tempat tinggal di asrama universitas dengan tarif subsidi.
  • Potongan tarif transportasi umum bagi mahasiswa.
  • Layanan medis darurat tanpa biaya.

Namun demikian, beberapa kebutuhan masih harus ditanggung mahasiswa apabila tidak memperoleh hibah tambahan, seperti tiket pesawat, asuransi kesehatan, serta sebagian biaya hidup sehari-hari.

Selain beasiswa pemerintah, mahasiswa berprestasi juga dapat mengikuti Open Doors International Olympiad. "Para pemenang berhak memperoleh dukungan hibah tambahan untuk membantu menanggung biaya hidup, asuransi kesehatan, dan tiket pesawat," ujar Nikita.

Ia menambahkan, banyak universitas di Rusia juga menyediakan berbagai bentuk dukungan lain, seperti hibah internal, olimpiade akademik, hingga program kompetitif khusus.

"Salah satu tugas Russian House di Indonesia adalah membantu calon mahasiswa Indonesia untuk memahami peluang tersebut, memilih program yang sesuai, dan melalui proses pengajuan dokumen dengan benar," katanya.

Ada Beasiswa Rosatom dan Rusal

Rusia juga menghadirkan sejumlah skema baru yang didukung perusahaan besar. Salah satunya berasal dari Rosatom, perusahaan energi nuklir milik negara Rusia. Beasiswa ini terutama ditujukan bagi mahasiswa magister dan doktoral yang mengambil bidang energi nuklir.

Nikita mengatakan program tersebut menjadi semakin relevan seiring rencana Indonesia untuk mengembangkan energi bersih, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Selain Rosatom, tersedia pula beasiswa dari perusahaan aluminium Rusal. Rusal adalah salah satu perusahaan produsen aluminium terbesar di dunia yang menjalankan berbagai proyek konstruksi industri dan sipil

Program beasiswa dari Rusal menawarkan fasilitas pembiayaan yang lebih lengkap dibandingkan dengan beasiswa pada umumnya. Selain menanggung biaya pendidikan, penerima beasiswa juga memperoleh dukungan untuk tiket pesawat, asuransi kesehatan.

"Termasuk pembelian pakaian musim dingin, dan peluang untuk bekerja di perusahaan tersebut setelah lulus," ujar Nikita.

Jurusan Favorit Mahasiswa Indonesia

Nikita mengungkapkan, minat mahasiswa Indonesia terhadap perguruan tinggi Rusia masih didominasi oleh bidang-bidang sains dan teknologi. Program studi yang paling banyak diminati meliputi rekayasa atau teknik, kedokteran, teknologi informasi (IT), energi, dan ilmu pertanian. "Hal ini sangat wajar. Bidang-bidang ini secara langsung terkait dengan pembangunan ekonomi modern Indonesia," katanya.

Selain itu, ia melihat tren peningkatan minat pada bidang bioteknologi, farmasi, psikologi, serta ilmu pendidikan. "Universitas-universitas Rusia sangat unggul pada bidang-bidang tersebut karena memadukan tradisi ilmiah yang kuat dengan pelatihan praktik," jelasnya.

Ia pun menilai program pendidikan di Rusia memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan nasional Indonesia. Bahkan, menurutnya, delapan prioritas pembangunan Indonesia dapat didukung melalui berbagai program studi dan riset yang tersedia di perguruan tinggi Rusia.

Mulai dari bidang kesehatan, ketahanan pangan, energi, hingga administrasi pemerintahan, hampir seluruhnya tersedia melalui jalur Beasiswa Pemerintah Rusia. "Mahasiswa internasional dapat menempuh studi secara gratis di hampir semua program studi," kata Nikita.

Halaman 2 dari 2
(pal/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads