Proyeksi BRIN: Sumatera Jadi Wilayah Paling Rawan Cuaca Ekstrem hingga 2040

ADVERTISEMENT

Proyeksi BRIN: Sumatera Jadi Wilayah Paling Rawan Cuaca Ekstrem hingga 2040

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 02 Jan 2026 16:00 WIB
Proyeksi BRIN: Sumatera Jadi Wilayah Paling Rawan Cuaca Ekstrem hingga 2040
Ilustrasi pasca banjir Sumatera di Aceh Tamiang. BRIN ungkap Sumatera jadi wilyah paling rawan cuaca ekstrem, ini penjelasannya. Foto: ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso
Jakarta -

Profesor Pusat Riset Klimatologi dan Perubahan Iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin ungkap Sumatera jadi wilayah Indonesia yang paling rawan cuaca ekstrem. Hal ini didasarkan melalui proyeksi BRIN hingga 2040.

"Proyeksi hingga 2040 menunjukkan Sumatera menjadi wilayah paling rawan terhadap cuaca ekstrem," tuturnya dikutip dari laman resmi BRIN, Jumat (2/1/2026).

Erma menyebut fenomena cuaca ekstrem ini ada kaitannya dengan krisis iklim secara global. Bumi semakin panas dengan peningkatan suhu sekitar 1,5°C yang berimbas pada peningkatan frekuensi dan intensitas hujan ekstrem serta angin kencang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat keadaan ini, Erma menekankan pentingnya penanganan bencana usai kejadian di akhir tahun 2025 lalu. Tidak hanya fisik, data ilmiah juga harus terus diperbaharui untuk proses mitigasi.

"Kesiapsiagaan dan mitigasi berbasis data ilmiah perlu diperbarui secara berkala," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Fase Menuju Pemulihan Jadi Tahap Krusial

Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN M Najib Azka menegaskan fase transisi menuju proses pemulihan pasca bencana menjadi tahap paling krusial sekaligus paling rapuh. Hal ini bisa ia katakan berdasarkan pengalaman bencana besar, seperti tsunami Aceh 2024 hingga bencana di Palu.

"Pada fase ini kerap terjadi keterputusan antara bantuan darurat dan pemulihan jangka menengah. Antara kebijakan nasional dan realitas lokal, serta antara program dan kebutuhan riil masyarakat terdampak," beber sosok yang akrab dipanggil Najib itu.

Tak bisa sembarangan, pemulihan pasca bencana harus dirancang berbasis bukti, inklusif, dan berorientasi jangka panjang. Pemulihan tidak sekedar pembangunan infrastruktur, tapi juga pendapatan, ketahanan sosial, kesehatan mental, hingga menimbulkan rasa aman bagi warga terdampak.

Bila melihat perspektif kependudukan, Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, Ali Yansyah Abdurrahim mengatakan bencana pasti akan membawa banyak perubahan. Perubahan ini mencakup struktur rumah tangga, migrasi, dan meningkatnya kerentanan pada kelompok tertentu.

Untuk itu, pemerintah harus bisa melihat tentang siapa yang harus paling diperhatikan agar pemulihan tidak bersifat parsial (hanya sebagian). Satu aspek penting yang tak boleh dilupakan dalam proses penanganan bencana adalah pendidikan.

Perwakilan Universitas Syiah Kuala (USK) menyatakan kepada BRIN bila pendidikan darurat dan dukungan psikososial punya peran penting di proses ini. Keduanya diberikan kepada anak-anak sebagai bagian penting dari pemulihan jangka panjang.

Hadirkan R3P dan Buku Putih Pemulihan Pascabencana Sumatera

Saat ini, pemerintah telah memiliki peta pemulihan bencana Sumatera. Pemulihan akan dilakukan di semua aspek dan akan tertera dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Penyusunan R3P akan melibatkan pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, hingga masyarakat sipil agar terjalin koordinasi lintas sektor. Dengan begitu, bantuan bisa disalurkan dengan tepat sasaran dan berkelanjutan.

BRIN sendiri memandang perlu adanya ruang diskusi yang berkelanjutan dan lintas sektor untuk penanganan pasca bencana Sumatera. Untuk itu, mereka mengadakan webinar rutin mingguan agar menghimpun pembelajaran lintas sektor.

Dalam webinar ini disampaikan berbagai perspektif dan menjadi bagian dari penyusunan Buku Putih Pemulihan Pascabencana Sumatera dari perspektif kependudukan dan sosial. Dengan begitu, pemulihan pasca bencana di Sumatera bisa bersifat lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.




(det/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads