- 10 Fenomena Astronomi di 2026 Oposisi Planet Jupiter 5-6 Planet Sejajar di Langit Gerhana Bulan Total (Blood Moon) Hujan Meteor Lyrid Bulan Purnama Mikro Biru (Blue Micromoon) Gerhana Matahari Total Hujan Meteor Perseid Planet Venus Bersinar Paling Terang Hujan Meteor Spektakuler Bulan Purnama Terakhir (Supermoon)
Ada berbagai fenomena astronomi yang menarik untuk disaksikan di 2026, mulai dari oposisi planet Jupiter hingga Supermoon. Dilansir dari Smithsonian Magazine dan BBC, dikutip Rabu (6/1/2026), berikut 10 fenomena astronomi yang bisa kita saksikan sepanjang tahun 2026. Catat tanggalnya ya!
10 Fenomena Astronomi di 2026
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oposisi Planet Jupiter
Akan terjadi oposisi Jupiter pada Sabtu, 10 Januari 2026. Fenomena ini terjadi setiap 13 bulan sekali. Saat oposisi, Jupiter, Bumi, dan Matahari sejajar dengan Bumi berada di tengah, membuat planet raksasa ini tampak lebih besar dan lebih terang dibanding waktu lain dalam setahun.
5-6 Planet Sejajar di Langit
Enam planet akan tampak sejajar di langit pada Sabtu, 28 Februari 2026. Fenomena ini biasanya muncul setiap akhir Februari. Enam planet itu adalah Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus.
Di antara keenam planet ini, Saturnus, Venus, dan Merkurius akan terlihat berkelompok sejajar di langit selatan. Jupiter akan bersinar terang dekat Bulan, sementara Uranus dan Neptunus hanya bisa diamati menggunakan teleskop atau teropong.
Planet sejajar ini juga terjadi di Desember 2026, tepatnya pada masa Natal. Ada lima planet sejajar yakni Mars, Jupiter, Uranus, Saturnus dan Neptunus yang bisa dilihat setiap malam dan paling optimal pada 25-26 Desember 2026.
Gerhana Bulan Total (Blood Moon)
Gerhana Bulan total atau 'Blood Moon' akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 dini hari. Fenomena langka ini muncul ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Selama gerhana yang berlangsung sekitar lima jam, Bulan akan tampak memerah hingga oranye.
Fenomena ini bisa disaksikan di Amerika Utara, Asia hingga Australia.
Hujan Meteor Lyrid
Hujan meteor Lyrid akan menghiasi langit pada Selasa, 21 April hingga Rabu 22 April 2026 dini hari. Fenomena ini terjadi saat Bumi melintasi sisa debu dari Komet Thatcher, yang mengorbit Matahari setiap 415 tahun. Tahun ini, Lyrid diperkirakan menampilkan hingga 18 kilatan meteor per jam.
Bulan Purnama Mikro Biru (Blue Micromoon)
Bulan Purnama Mikro Biru atau 'Blue Micromoon' akan terlihat pada Minggu, 31 Mei 2026. Fenomena ini terjadi karena munculnya dua bulan purnama dalam satu bulan, sehingga bulan purnama kedua disebut 'Blue Moon' Selain itu, Bulan berada di titik terjauh (apogee) dari Bumi, sehingga tampak sedikit lebih kecil dan redup dibanding purnama biasa.
Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari total akan melintasi Rusia, Greenland bagian timur, Islandia, Portugal, dan Spanyol pada Rabu 12 Agustus 2026. Beberapa wilayah Eropa akan menyaksikan gerhana total, sementara Afrika, Asia, dan Amerika Utara akan nampak gerhana Matahari sebagian.
Fenomena gerhana Matahari total ini terjadi saat Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, sehingga bayangan Bulan menutupi sebagian permukaan Matahari. Meskipun Matahari 400 kali lebih besar dari Bulan, jaraknya juga 400 kali lebih jauh dari Bumi.
Hujan Meteor Perseid
Hujan Meteor Perseid akan menghiasi langit malam di seluruh dunia pada Rabu 12 Agustus hingga Kamis 13 Agustus 2026 dini hari. Fenomena ini terjadi saat Bumi melintasi puing-puing yang ditinggalkan oleh komet 109P/Swift-Tuttle. Meteor yang terlihat sebenarnya adalah partikel debu dan bebatuan kecil dari komet saat memasuki atmosfer Bumi.
Planet Venus Bersinar Paling Terang
Planet Venus akan tampak sangat terang di langit malam pada Jumat 18 September 2026. Fenomena ini terjadi saat langit gelap setelah Matahari terbenam.
Menariknya, Venus paling terang saat fase sabit karena lebih dekat ke Bumi, sedangkan saat fase penuh berada di belakang Matahari dari sudut pandang Bumi, sehingga tampak lebih redup.
Hujan Meteor Spektakuler
Siap-siap mengalami hujan meteor di trimester terakhir 2026, mulai dari Oktober hingga Desember.
Hujan meteor Orionid diprediksi mencapai puncaknya pada Rabu, 21 Oktober hingga Kamis, 22 Oktober 2026. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi kumpulan partikel debu yang ditinggalkan oleh Komet Halley (1P/Halley). Partikel-partikel ini menembus atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 41 mil per detik.
Langsung menyambung hujan meteor Leonid akan muncul mulai Senin 16 November hingga Selasa 17 November 2026. Fenomena ini terjadi setiap tahun pada pertengahan November, tepat ketika Bumi melewati puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet 55P/Tempel-Tuttle. Intensitas puncaknya diperkirakan mencapai sekitar 15 meteor per jam dengan memancar dari rasi bintang Leo.
Memasuki akhir tahun, hujan meteor Geminid akan menghiasi langit sepanjang bulan Desember, mulai Jumat 4 Desember hingga Kamis 17 Desember 2026, dengan puncak terlihat pada Senin 14 Desember 2026. Fenomena ini diperkirakan menghasilkan lebih dari 150 meteor per jam.
Bulan Purnama Terakhir (Supermoon)
Bulan Purnama Terakhir atau Supermoon akan terjadi pada Rabu 23 Desember 2026. Fenomena ini terjadi saat Bulan berada titik terdekat Bulan dengan Bumi dalam orbitnya (perigee), sehingga tampak sedikit lebih besar dan lebih terang. Jika dibandingkan dengan 'Blue Micromoon' pada 31 Mei, Supermoon ini terlihat sekitar 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang.
Siap menyaksikan fenomena astronomi 2026 ini, detikers, catat tanggalnya ya!
(nwk/nwk)










































