Apakah Aman Olahraga Saat Puasa? Ini Penjelasan Pakar IPB

ADVERTISEMENT

Apakah Aman Olahraga Saat Puasa? Ini Penjelasan Pakar IPB

Cicin Yulianti - detikEdu
Jumat, 20 Feb 2026 07:30 WIB
Young female jogger running in the urban park in city, with modern city skyline as background
Ilustrasi olahraga. Foto: Getty Images/AsiaVision
Jakarta -

Memasuki pertengahan Februari 2026 ini, masyarakat muslim mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan. Meski dalam kondisi perut kosong, beberapa orang masih memutuskan untuk berolahraga.

Apakah olahraga selama berpuasa aman bagi tubuh, terutama pada siang hari? Pakar kesehatan sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University dr Agil Wahyu Wicaksono, M Biomed memberikan penjelasan untuk menjawab keresahan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lari Saat Berpuasa Tak Dilarang

Agil menyampaikan berolahraga seperti lari saat berpuasa sebenarnya tidak masalah. Jika olahraga masih dilakukan dalam skala ringan, tidak ada pengaruh signifikan terhadap kesehatan.

"Secara medis, aktivitas lari saat berpuasa tidak dilarang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu sehat tetap dapat melakukan olahraga ringan hingga sedang selama Ramadan tanpa risiko kesehatan yang signifikan," katanya dilansir dari laman IPB, Kamis (19/2/2026).

ADVERTISEMENT

3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Olahraga

Walaupun tidak dilarang, tetapi Agil mengingatkan agar warga tidak lupa dengan tiga hal penting. Kondisi fisik, intensitas, hingga timing menurutnya harus jadi perhatian.

"Lari saat menjalankan ibadah puasa Ramadan sebenarnya masih tergolong aman, terutama untuk orang yang berada dalam kondisi sehat dan dilakukan dengan cara yang tepat," ujarnya.

Ia juga memperingatkan agar tujuan olahraga bukan dilakukan untuk mengejar performa maksimal. Ia menegaskan, olahraga saat puasa sebaiknya hanya untuk menjaga kebugaran tubuh.

Agil menyarankan untuk melakukan olahraga level ringan hingga sedang. Ciri-ciri sederhana olahraga dengan level tersebut adalah olahraga yang bisa dijalani sembari berbicara kalimat panjang.

"Olahraga harus dihentikan jika muncul rasa lemas, mual, pusing, gemetar, atau sangat haus karena itu bisa menjadi tanda dehidrasi dan penurunan gula darah," jelasnya.

Waktu Terbaik Berolahraga Saat Ramadan

Saat ditanya mengenai kapan waktu terbaik untuk berolahraga selama bulan Ramadan, Agil menjawab, pada waktu setelah berbuka. Menurutnya, pada waktu tersebut asupan makanan dan cairan cukup.

Pada waktu ini, olahraga yang cocok dilakukan adalah olahraga ringan. Adapun durasi yang baik sekitar 30-45 menit.

Jika tidak, waktu menjelang berbuka juga dinilai cukup ideal. Detikers misalnya bisa berlari selama 15-30 menit sebelum berbuka.

Selain itu, waktu setelah sahur pun memungkinkan. Namun, risiko dehidrasi lebih tinggi jika dilakukan pada waktu ini.

Tips Terhindar Dehidrasi Saat Olahraga

Dehidrasi selama olahraga saat berpuasa memang tak bisa dipungkiri. Namun, Agil punya tips agar dehidrasi ini bisa dihindari.

Menurut penelitian, caranya adalah dengan menerapkan pola minum 4-2-2. Artinya, empat gelas saat berbuka, dua gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Agil menyebut minum banyak sekaligus saat sahur tidak baik dilakukan. Sebuah penelitian dari Inggris menunjukan bahwa pola tersebut dapat membuat cairan cepat terbuang lewat urine.

Di samping itu, ia juga menekankan pentingnya tidur yang cukup agar olahraga saat puasa dapat memberikan manfaat.
Sembunyikan kutipan teks

"Studi menunjukkan durasi tidur ideal berkisar 7-9 jam per hari, atau dapat disiasati dengan tidur malam 4-5 jam yang dilengkapi tidur siang," jelasnya.




(cyu/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads