Para ahli yang berjasa menemukan spesies ini terdiri dari Wendy A Mustaqim dari Universitas Samudra dan Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Arifin S D Irsyam dari Herbarium Bandungense Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Muhammad R Hariri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Proses riset mereka di lapangan juga dibantu oleh dua pemuda lokal dari Kampung Gotong Royong, yaitu Muhammad A Pratama dan Irwansyah Surbakti.
Memiliki Habitat Tak Biasa
Spesies Homalomena umumnya tumbuh di tanah hutan yang lembap. Namun, Homalomena bungamerah tumbuh sebagai tumbuhan litofit. Maksudnya, tanaman ini tumbuh di permukaan batu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Habitat yang tidak biasa menjadikan Homalomena bungamerah relatif jarang ditemukan. Hal ini juga memperlihatkan adaptasi morfologi yang khas terhadap lingkungannya.
Punya Karakteristik Unik
Homalomena bungamerah memiliki beberapa ciri unik. Permukaan daun bagian atasnya berlipat dengan tekstur berkutil yang kasar.
Pada bagian bunga betinanya tidak ditemukan staminodia di antara putik. Ciri khas ini membantu para ahli taksonomi untuk membedakannya dari spesies lain dalam genus Homalomena.
Diusulkan Berstatus Kritis
Dari pengamatan para ahli di lapangan, spesies ini memiliki populasi yang sangat terbatas. Sejauh ini hanya ditemukan di satu lokasi tertentu.
Seperti dilansir oleh ITB, para peneliti mengusulkan supaya Homalomena bungamerah sementara dikategorikan sebagai Critically Endangered (Kritis) berdasarkan kriteria International Union for Conservation of Nature. Status ini diberikan lantaran jumlah individu dewasanya sangat sedikit dan ada ancaman kelestarian habitat alaminya, termasuk pengambilan tanaman dari alam dan degradasi lingkungan.
Kondisi ini memperlihatkan tanpa adanya upaya perlindungan yang memadai, Homalomena bungamerah berisiko menghadapi risiko kepunahan dalam waktu relatif dekat. Penemuan ini juga menegaskan Sumatera adalah salah satu pusat keanekaragaman genus Homalomena di kawasan Malesia (kawasan biogeografi tropis di Asia Tenggara yang mencakup Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, Timor-Leste, dan Papua Nugini).
(nah/nwk)










































