Cara Unik Sekolah di China Motivasi Siswa: Boleh Pelihara Hewan Virtual

ADVERTISEMENT

Cara Unik Sekolah di China Motivasi Siswa: Boleh Pelihara Hewan Virtual

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Sabtu, 04 Apr 2026 14:00 WIB
Batasan anak main hp
Ilustrasi anak pelihara hewan virtual. Foto: Getty Images/iStockphoto/travelism
Jakarta -

Sekolah di China menghadiahi siswa berperilaku baik dengan 'Digital Pet'. Hewan peliharaan digital ini dapat diadopsi dan dirawat secara virtual.

Program membesarkan hewan peliharaan secara virtual ini menggantikan metode motivasi tradisional bagi siswa, seperti sertifikat atau penghargaan fisik di kelas. Para siswa juga mengumpulkan poin lewat kegiatan positif di sekolah agar dapat memberi makan serta merawat hewan virtual mereka.

Program ini salah satunya diterapkan guru Liu Qianqian. Sebanyak 35 siswanya di Hangzhou Shenglan Middle School, Zhejiang bisa memelihara hewan virtual ini dengan mengaksesnya lewat platform gratis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini memotivasi belajar sekaligus terasa sangat menyenangkan," ujar Liu kepada Zhejiang Daily Press Group, dilansir SCMP, Sabtu (4/4/2026).

Ada 46 jenis hewan peliharaan virtual yang bisa didapatkan. Selain hewan umum seperti anjing, kucing, babi, dan bebek, platform ini juga menyediakan pilihan yang tidak biasa seperti mini pigs, anjing samoyed, dan sugar glider (possum layang).

ADVERTISEMENT

Dapat Poin dari PR hingga Berbuat Jujur

Sistem terbaru ini menyempurnakan metode Liu sebelumnya. Dulu, siswnaya bisa mendapat poin untuk ditukar camilan jika menyelesaikan PR lebih awal, membersihkan kelas, hingga membantu teman.

Semester ini, Liu menyempurnakan sistemnya dengan memungkinkan siswa menggunakan poin untuk memelihara hewan peliharaan virtual Menurutnya, cara ini lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa-siswi, khususnya yang suka hewan.

Diketahui, hewan peliharaan virtual memiliki delapan level dengan bentuk berbeda. Siswa dapat mengumpulkan poin untuk memberi makan dan menaikkan level peliharaan mereka.

Sebagai contoh, siswa mendapat satu poin untuk PR yang dikerjakan dengan baik atau pujian guru, dua poin jika membantu teman, dan lima poin untuk tindakan jujur seperti mengembalikan barang hilang. Poin juga bisa dikurangi jika berperilaku buruk.

Respons Antusias Siswa dan Orang Tua

Liu menyebut siswa pecinta hewan paling antusias dengan program ini, terutama yang ingin punya hewan peliharaan di dunia nyata tapi tak punya waktu untuk merawatnya.

Seorang siswa yang sudah memiliki dua kucing di rumah, Xiaoxu, mengaku prestasi akademiknya biasa di semester lalu. Namun semester ini, ia bertekad belajar lebih giat demi hewan peliharaan virtualnya.

"Saya punya kucing tabby dan calico di rumah, jadi kali ini saya khusus memilih kucing Ragdoll yang belum pernah saya miliki. Matanya yang besar sangat indah," tuturnya.

"Hewan peliharaan elektronik ini benar-benar menyenangkan dan rasanya seperti membuka blind box. Kita tidak pernah tahu akan tumbuh jadi apa mereka nanti. Saya ingin berjuang mendapatkan nilai tinggi di semua ujian akhir," tekadnya.

Dalam unggahan video viral lainnya, seorang guru membagikan momen saat para siswa terlihat antusias mengantre untuk menyetor hafalan supaya hewan peliharana virtual mereka tidak kelaparan.

Sistem ini mendapat dukungan luas dari para orang tua di China. Para orang tua juga memuji sistem poin ini karena terbukti efektif.

"Orang-orang akan paling termotivasi ketika mereka memiliki sesuatu yang harus dijaga," tulis seorang warganet.

"Anak saya merasa kasihan karena lumba-lumba kecilnya hanya bisa makan ubur-ubur, jadi dia belajar keras untuk menaikkan levelnya dan sekarang lumba-lumbanya bisa makan ikan," kata salah satu orang tua secara daring.




(crt/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads