Ekspedisi sains jangka panjang akan kembali dilakukan di ruang angkasa. Melalui misi SpaceX Crew-13, Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) akan mengirim empat astronaut menuju Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS).
Para astronaut kali ini akan melakukan serangkaian penyelidikan ilmiah dan demonstrasi teknologi. Eksperimen ini bertujuan mempersiapkan manusia untuk misi eksplorasi masa depan ke Bulan dan Mars.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir laman resmi NASA, misi berawak ini dijadwalkan paling cepat diluncurkan pada pertengahan September. Misi ini akan menjadi rotasi kru ke-13 yang membawa astronaut menuju stasiun ruang angkasa menggunakan wahana antariksa SpaceX.
NASA menyebut percepatan jadwal peluncuran ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan frekuensi rotasi kru AS. Misi ini sekaligus menjadi fondasi untuk proyek eksplorasi ruang angkasa masa depan, termasuk Bulan dan Mars.
Empat Astronaut Misi SpaceX Selanjutnya
Dikutip dari laman resmi NASA, ini dia profil empat astronaut yang akan menjalankan ekspedisi sains jangka panjang pada misi SpaceX Crew-13:
Jessica Watkins (Commander)
Astronaut asal AS ini akan memimpin misi penerbangan. Sebagai seorang ahli geologi, ia pernah meneliti permukaan Mars. la bakal mencetak sejarah sebagai astronaut NASA pertama yang terbang dengan SpaceX Dragon sebanyak dua kali, setelah sebelumnya menghabiskan 170 hari di ISS.
Pendidikan:
- Undergraduate degree in Geological and Environmental Sciences, Stanford University
- Doctorate in Geology, University of California, Los Angeles
Luke Delaney (Pilot)
Misi ini akan menjadi pengalaman penerbangan luar angkasa pertama bagi astronaut asal Florida, AS, tersebut. la dipercaya mengendalikan wahana antariksa berbekal rekam jejaknya yang mentereng sebagai penerbang angkatan laut, pilot uji coba berprestasi, dan pilot riset di NASA.
Pendidikan:
- Bachelor's degree in Mechanical Engineering, University of North Florida
- Master's degree in Aerospace Engineering, Naval Postgraduate School
Joshua Kutryk (Mission Specialist)
Sama seperti Delaney, penerbangan ke stasiun luar angkasa ini akan menjadi misi perdana bagi astronaut asal Canadian Space Agency (CSA) tersebut. la memiliki rekam jejak mentereng sebagai lulusan Sekolah Pilot Uji Angkatan Udara AS sekaligus pilot pesawat tempur CF-18 Kanada.
Pendidikan:
- Bachelor's degree in Mechanical Engineering, Royal Military College of Canada
- Master's degree in Space Studies, Embry-Riddle Aeronautical University
- Master's degree in Flight Test Engineering, United States Air Force's Air University
- Master's degree in Defense Studies, Royal Military College of Canada
Sergey Teteryatnikov (Mission Specialist)
Kosmonaut dari BUMN penerbangan dan antariksa Rusia, Roscosmos ini bersiap menjalani penerbangan perdananya ke luar angkasa. Sebelum terpilih sebagai kosmonaut penguji, ia memiliki banyak pengalaman di bidang teknik angkatan laut, salah satunya menangani operasi kapal selam.
Teteryatnikov tercatat sebagai insinyur dengan spesialisasi bidang operasi pembangkit listrik terapung. Ia sebelumnya merampungkan pendidikan di Akademi Angkatan Laut Rusia atau Naval Academy di St. Petersburg pada 2011.
Misi Ekspedisi Sains ke Bulan dan Mars
Selama lebih dari 25 tahun, manusia telah tinggal dan bekerja secara berkelanjutan di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS).
Laboratorium orbit ini menjadi tempat bagi berbagai terobosan riset dan kemajuan ilmu pengetahuan yang tidak mungkin dilakukan di permukaan Bumi. Contohnya yakni penlitian terkait kondisi minim gravitasi dan dampak radiasi ruang angkasa.
Melalui keberadaan stasiun ini, NASA berupaya memahami sekaligus mengatasi berbagai tantangan dalam penerbangan ruang angkasa berawak. Hal ini juga dilakukan untuk memperluas peluang komersial dan ekonomi di orbit rendah Bumi.
Keberhasilan riset di ISS akan menjadi fondasi penting bagi misi jangka panjang ke Bulan sebagai bagian dari program Artemis. Misi SpaceX Crew-13 ini sekaligus menjadi tahap persiapan krusial bagi manusia sebelum akhirnya memulai penjelajahan menuju Mars di masa depan.
(crt/twu)










































