Seperti Apa Bintang Pertama yang Ada di Alam Semesta? Ilmuwan Temukan Bukti Ini

ADVERTISEMENT

Seperti Apa Bintang Pertama yang Ada di Alam Semesta? Ilmuwan Temukan Bukti Ini

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Rabu, 10 Jun 2026 20:30 WIB
Ilustrasi Bintang (WikiImages/Pixabay)
Foto: WikiImages/Pixabay/Ilustrasi bintang.
Jakarta -

Para astronom akhirnya menemukan bukti terkuat keberadaan bintang pertama di alam semesta. Penemuan ini berasal dari pengamatan James Webb Space Telescope yang mendeteksi sinyal unik dari bintang generasi pertama yang terbentuk sekitar 400 juta tahun setelah Dentuman Besar (Big Bang).

Selama beberapa dekade, keberadaan bintang generasi pertama atau Population III stars hanya diprediksi melalui model teori. Dilansir dari Phys.org, kini astronom mulai menemukan bukti observasional langsung yang menunjukkan bahwa bintang purba tersebut memang pernah ada.

Penelitian ini dipublikasikan dalam dua studi terpisah yang dipimpin oleh tim dari University of Cambridge dan University of Florence melalui server preprint arXiv.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sinyal Misterius dari Galaksi Purba

Penemuan bermula ketika astronom mendeteksi sinyal tidak biasa di sekitar galaksi awal bernama GN-z11, salah satu galaksi paling terang di alam semesta awal. Tim peneliti menemukan objek kecil bernama Hebe (semacam gumpalan gas purba) yang berada dekat galaksi tersebut.

ADVERTISEMENT

Dari objek ini, mereka mendeteksi emisi helium terionisasi ganda, sinyal yang hanya bisa dihasilkan oleh radiasi energi sangat tinggi. Selain itu, peneliti tidak menemukan unsur berat seperti karbon atau oksigen. Kondisi ini menguatkan dugaan bahwa sinyal tersebut berasal dari bintang generasi pertama.

Bintang Population III diyakini terbentuk dari hidrogen dan helium murni, karena saat itu unsur berat belum terbentuk. Para astronom juga memperkirakan bintang-bintang ini sangat besar dan panas, serta memiliki usia sangat singkat.

Bintang Pertama Diduga Sangat Besar dan Panas

Dalam penelitian lanjutan, tim peneliti berhasil mengonfirmasi sinyal helium tersebut dan menemukan sinyal hidrogen dari lokasi yang sama. Kedua temuan ini memperkuat bukti keberadaan bintang pertama.

Dari analisis tersebut, para peneliti memperkirakan massa bintang generasi pertama mencapai 10 hingga 100 kali massa Matahari. Temuan ini sesuai dengan teori sebelumnya bahwa bintang pertama sangat masif dan panas.

Peneliti menyebut hasil ini sebagai langkah penting untuk memahami asal-usul struktur alam semesta.

"Jika dikonfirmasi, temuan ini dapat memberikan jendela observasi langsung terhadap kondisi alam semesta awal," tulis peneliti dalam laporan mereka.

Meski masih membutuhkan pengamatan lanjutan, para astronom menilai hasil ini sebagai bukti paling jelas sejauh ini tentang keberadaan bintang pertama di alam semesta.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(rhr/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads