Bisakah Macan Tutul dan Serigala Hidup Berdampingan? Pegunungan Ini Jadi Bukti

ADVERTISEMENT

Bisakah Macan Tutul dan Serigala Hidup Berdampingan? Pegunungan Ini Jadi Bukti

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Jumat, 12 Jun 2026 06:31 WIB
Macan tutul salju di Pegunungan Himalaya
Foto: BBC/Macan tutul salju, predator di Pegunungan Himalaya yang berbagi habitat dengan serigala.
Jakarta -

Apakah tiga predator bisa hidup berdampingan dalam habitat yang sama? Ini bisa dijawab dengan kondisi habitat di salah satu wilayah di Pegunungan Himalaya.

Ternyata tiga predator besar di Himalaya, macan tutul salju, macan tutul, dan serigala Himalaya, bisa hidup berdampingan. Temuan ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di PLOS One pada 1 April 2026.

Para ilmuwan meneliti di Lembah Lapchi yang telah menyempit habitat predatornya, karena perubahan iklim dan aktivitas manusia. Kondisi tersebut mendorong ketiga spesies untuk berbagi wilayah yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lembah Lapchi di Kawasan Konservasi Gaurishankar, Nepal telah muncul sebagai lokasi penting untuk menyelidiki dinamika ini," tulis peneliti, seperti dikutip dari Phys.org.

ADVERTISEMENT

Berbagi Wilayah dan Waktu Aktivitas

Penelitian dilakukan menggunakan kamera jebak dan analisis DNA dari kotoran hewan antara 2018 hingga 2025. Hasilnya menunjukkan macan tutul salju, macan tutul, dan serigala Himalaya sering berada di wilayah yang sama dan aktif pada waktu yang serupa.

Analisis menunjukkan ketiga predator ini sebagian besar aktif pada malam hari.

"Analisis pola aktivitas waktu menunjukkan bahwa ketiga spesies menunjukkan perilaku yang didominasi oleh aktivitas malam," tulis peneliti.

Macan tutul salju tercatat aktif pada malam hari sebesar 59,42 persen, sementara serigala Himalaya menunjukkan aktivitas malam hingga 71,42 persen. Macan tutul juga memiliki pola serupa dengan aktivitas malam mencapai 64,40 persen.

Meski berbagi wilayah dan waktu aktivitas, ketiga predator tetap dapat hidup berdampingan tanpa konflik besar.

Mengurangi Persaingan Lewat Pilihan Mangsa

Perbedaan utama ketiga predator terletak pada jenis mangsa yang diburu. Macan tutul salju lebih banyak berburu hewan liar seperti domba biru sekitar 47 persen dan rusa kasturi sekitar 16 persen.

Macan tutul cenderung mengandalkan hewan ternak seperti domba, kuda, dan anjing yang mencapai sekitar 40 persen dari makanannya. Selain itu, babi hutan juga menjadi mangsa utama macan tutul dengan porsi sekitar 36 persen.

Sementara itu, serigala Himalaya memiliki pola makan campuran. Mangsa liar seperti marmot Himalaya mencapai sekitar 32 persen, domba biru 29 persen, dan rusa kasturi sekitar 10 persen. Namun, sekitar 26 persen makanan serigala juga berasal dari ternak.

Peneliti menyimpulkan bahwa perbedaan pilihan mangsa ini membantu mengurangi persaingan langsung.

"Secara keseluruhan, Lembah Lapchi menunjukkan ketahanan sekaligus kerentanan hidup berdampingan bagi predator puncak," tulis peneliti.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(rhr/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads