Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan sejumlah kebijakan peningkatan kesejahteraan guru yang telah diterapkan oleh pihaknya. Informasi tersebut disampaikan oleh Abdul Mu'ti setelah pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka pada Kamis (11/6).
"Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok," jelas Mu'ti, dikutip melalui siaran ulang YouTube Sekretariat Negara, Jumat (12/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun tunjangan akan disalurkan secara langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulannya. Mendikdasmen mengatakan hal ini merupakan wujud nyata pemerintah untuk menghadirkan tata kelola yang lebih sederhana dan efektif.
"Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan," ungkapnya.
Beasiswa Guru Untuk yang Belum S1 dan D4
Selain peningkatan tunjangan, pemerintah juga menyediakan beasiswa bagi guru melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Abdul Mu'ti menuturkan jika pemerintah telah memberikan beasiswa tersebut kepada 12.500 guru pada 2025 silam. Beasiswa ini mencakup Rp 3 juta per semester.
"Program ini sudah berjalan dengan sistemRPL, sudah masuk semester kedua, daninsyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini," ujarnya.
Tahun ini, skema beasiswa serupa akan dilanjutkan dengan nominal yang sama namun jumlah yang lebih besar yakni 150.000 guru.
"Dan sekarang masih proses pendaftaran, karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini. Itu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas guru," jelasnya.
(nir/nah)











































