Kompetisi sepak bola antarnegara paling bergengsi, Piala Dunia 2026, telah dimulai sejak Jumat (12/6/2026) di Meksiko dan Amerika Serikat. Dalam setiap pertandingan, nantinya pemain sepak bola akan membawa anak-anak ke lapangan. Kenapa ya?
Anak-anak yang digandeng oleh pemain sepak bola dalam pertandingan, biasa disebut dengan player escort atau maskot anak. Mengutip laman Football Stadiums, player escort juga dikenal sebagai pendamping pemain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana Sejarahnya Anak-anak Jadi Pendamping Pesepakbola?
Sebelum era 1990-an, pemain sepak bola masuk ke lapangan tanpa didampingi oleh anak-anak. Mengutip laman Mental Floss, maskot anak mulai muncul sejak pertengahan 1990-an pada pertandingan Liverpool VS Everton.
Kala itu, saat wasit berfoto dengan kapten tim, terdapat anak-anak yang disebut sebagai maskot. Anak dari pihak Everton tersebut adalah Wayne Rooney muda, sosok yang kelak menjadi legenda Manchester United dan Tim Nasional Inggris.
Namun, diperkirakan saat itu maskot anak belum familiar dan belum ada di semua pertandingan. Bertahun-tahun setelahnya, tepatnya pada Piala Dunia 2002, FIFA dan UNICEF berkolaborasi dalam kampanye 'Say Yes For Children' untuk mempromosikan dan melindungi hak semua anak atas rekreasi yang sehat dan pendidikan dasar yang berkualitas.
Apa Tujuan Anak-anak Jadi Maskot?
Keberadaan anak-anak di lapangan mendampingi pemain sepak bola memiliki beberapa tujuan. Salah satu menunjukkan bahwa lapangan atau sepak bola merupakan tempat yang aman dari kekerasan. Ini sekaligus menjadi simbol bahwa anak-anak mendukung pemain sepak bola untuk cenderung tidak kasar antarpemain.
Kampanye ini juga mendorong orang-orang untuk membela anak-anak mendapatkan hak hidup yang layak. Meski begitu, seiring waktu, keberadaan maskot anak di lapangan berkembang.
Sering kali maskot anak tergantung klub dan kompetisi, mulai dari ada tahap seleksi sampai sponsor dari brand tertentu. Di beberapa negara, untuk menjadi pendamping pemain sepak bola, terdapat persyaratan berbeda tergantung klub yang didukung.
Beberapa klub sepak bola memiliki program dengan sekolah lokal atau tim junior, dengan player escort yang dipilih dari kelompok anak-anak yang terlibat.
(faz/nwk)











































