Studi Ungkap Berkesenian Bisa Perlambat Penuaan, Kok Bisa?

ADVERTISEMENT

Studi Ungkap Berkesenian Bisa Perlambat Penuaan, Kok Bisa?

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Senin, 22 Jun 2026 06:45 WIB
Ilustrasi Melukis
Foto: Stock Photos/Ilustrasi melukis.
Jakarta -

Kegiatan sederhana seperti menggambar, melukis, bermain musik, hingga mengunjungi museum ternyata berpotensi membantu tubuh menua lebih lambat. Apa buktinya?

Temuan ini diungkap dalam penelitian terbaru dari University College London (UCL) yang dipublikasikan di jurnal Innovation in Aging pada Mei 2026. Peneliti menganalisis data survei dan sampel darah dari 3.556 orang dewasa di Inggris untuk melihat hubungan antara aktivitas seni dan perubahan biologis dalam tubuh.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang rutin terlibat dalam kegiatan seni dan budaya cenderung memiliki usia biologis yang lebih muda dibandingkan dengan mereka yang jarang melakukannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas Seni Disebut Punya Efek Mirip Olahraga

Penelitian menunjukkan orang yang melakukan aktivitas seni setidaknya sekali seminggu tampak mengalami proses penuaan sekitar 4 persen lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang jarang melakukannya. Angka ini disebut sebanding dengan manfaat rutin berolahraga.

Aktivitas seni yang dimaksud mencakup berbagai hal, seperti membaca, bermain musik, menonton pertunjukan, mengunjungi galeri seni, hingga datang ke museum. Menurut peneliti, semakin beragam aktivitas seni yang dilakukan, semakin besar pula manfaat yang terlihat terhadap kesehatan biologis.

ADVERTISEMENT

Profesor Daisy Fancourt dari UCL mengatakan seni layak dipandang sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sama seperti olahraga. Ia menjelaskan bahwa setiap aktivitas seni memiliki unsur berbeda yang bisa memberi stimulasi emosional, sosial, fisik, maupun kognitif bagi tubuh dan pikiran.

"Hasil ini menunjukkan dampak kesehatan dari seni pada tingkat biologis," ujar Fancourt, dilansir dari laman UCL.

Peneliti Ukur Penuaan Lewat Perubahan DNA

Untuk mengetahui dampaknya terhadap tubuh, tim peneliti menggunakan metode bernama epigenetic clocks, yaitu pengukuran perubahan kimia pada DNA yang berkaitan dengan proses penuaan biologis.

Dua alat ukur terbaru yang digunakan, yakni DunedinPoAm dan DunedinPACE, menunjukkan bahwa orang yang aktif berkegiatan seni memiliki laju penuaan lebih lambat. Bahkan, peserta yang rutin melakukan aktivitas seni setiap minggu rata-rata tercatat memiliki usia biologis sekitar satu tahun lebih muda.

Penelitian ini juga menemukan bahwa hasil tersebut tetap terlihat meskipun faktor lain seperti pendidikan, pendapatan, indeks massa tubuh, dan kebiasaan merokok sudah diperhitungkan.

Manfaat Seni Dinilai Penting bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Selain memperlambat penuaan, penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa aktivitas seni dapat membantu menurunkan stres, mengurangi peradangan dalam tubuh, dan menjaga kesehatan jantung.

Menurut salah satu penulis studi, Dr Feifei Bu, temuan ini memperkuat bukti bahwa seni bukan hanya hiburan, melainkan juga memiliki dampak nyata bagi kesehatan manusia.

Efek positif tersebut terutama terlihat pada kelompok usia 40 tahun ke atas. Karena itu, peneliti menilai keterlibatan dalam kegiatan seni dan budaya bisa menjadi kebiasaan sederhana yang bermanfaat untuk menjaga kualitas hidup pada usia dewasa dan lanjut usia.

"Studi kami memberikan bukti pertama bahwa keterlibatan dalam seni dan budaya berkaitan dengan laju penuaan biologis yang lebih lambat," tuturnya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(rhr/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads