Usai Misi ke Bulan, Banyak Mahasiswa Incar Peluang Karier di Bidang Antariksa

ADVERTISEMENT

Usai Misi ke Bulan, Banyak Mahasiswa Incar Peluang Karier di Bidang Antariksa

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Senin, 18 Mei 2026 10:30 WIB
Misi Artemis II
Foto: NASA/Ilustrasi misi Artemis II ke Bulan.
Jakarta -

Misi Artemis II yang mengantarkan empat astronaut ke Bulan pada April 2026 lalu, telah menginspirasi kalangan muda. Sejumlah mahasiswa mengaku menjadi tertarik mengincar pekerjaan di bidang antariksa. Kenapa?

Seperti yang diketahui, misi Artemis II diluncurkan pada Rabu (1/4/2026) pukul 18.35 waktu AS atau Kamis (2/4/2026) pukul 05.35 WIB, sebelum akhirnya kembali ke Bumi dan mendarat di lepas pantai San Diego, California, pada Jumat (10/4/2026) pukul 17.07 waktu AS atau Sabtu (11/4/2026) pukul 04.07 WIB.

Keempat astronaut Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen berhasil melakukan penerbangan lintas Bulan selama kurang lebih 9 hari di luar angkasa. Misi ini diharapkan bisa menjadi acuan dasar bagi eksplorasi masa mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini akan membimbing banyak siswa untuk menjadi ilmuwan, insinyur, penemu, matematikawan, dan astronaut berikutnya yang berani menciptakan cakrawala baru di luar angkasa dan mendorong batas-batas kemungkinan demi kepentingan semua orang," kata Direktur Pusat Antariksa Johnson NASA, Vanessa Wyche, dikutip dari NASA.

Mahasiswa Incar Peluang Karier di Sektor Antariksa

Salah satu kampus di Suffolk New College, Inggris, menghadirkan para ahli antariksa untuk berbagi wawasan dengan mahasiswa. Sekitar 50 mahasiswa berkesempatan bertemu langsung dan mendapatkan informasi mengenai peluang karier serta magang, mulai dari bidang pengelasan (welding) hingga teknik kedirgantaraan.

ADVERTISEMENT

Matt Bagley dari Space East mengungkapkan bahwa peluang di industri antariksa terbuka luas. Ia menyebutkan terdapat lebih dari 800 perusahaan di wilayah tersebut yang terhubung dengan sektor luar angkasa.

"Apa yang dikerjakan di Bumi juga berlaku di luar angkasa. Insinyur hari ini bisa menjadi insinyur antariksa di masa depan," kata Bagley, dikutip dari BBC.

Mahasiswa pengelasan, Daniel, mengaku terpana mengetahui wilayahnya merupakan pusat industri antariksa.

Ditambahkan Henry, mahasiswa teknik, menyebut wawasannya terbuka terhadap peluang karier yang sebelumnya tidak ia sadari.

Secara global, pasar industri antariksa diproyeksikan meningkat secara signifikan dari £270 miliar (sekitar Rp 6.278 T) menjadi £490 miliar (sekitar Rp 11.394 T) pada 2030.

Kepala karier di kampus tersebut, Kayleigh Norris, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap ekosistem industri antariksa yang luas.

"Kami bisa dibilang sedang menempatkan karier antariksa dalam radar mereka," tuturnya.

Mahasiswa dari Cambridge University Makin Semangat Bikin Roket Sendiri

Di sisi lain, misi Artemis II menjadi penyemangat bagi kelompok mahasiswa yang berambisi menjadi yang pertama di Eropa meluncurkan roket ke luar angkasa.

Anggota Cambridge University Space Flight Society menyebut ekspedisi ini sebagai momen luar biasa yang belum pernah mereka saksikan seumur hidup, mengingat misi berawak ke Bulan terakhir terjadi pada 1972.

Co-president komunitas tersebut, Elisabeth Rakozy, mengatakan bahwa Artemis I| menandai "era baru" dalam eksplorasi ruang angkasa. Komunitas yang beranggotakan sekitar 100 orang itu menargetkan dapat melewati Garis Karman pada ketinggian 100 km di atas Bumi dalam dua tahun ke depan.

Sejauh ini, mereka telah membangun beberapa mesin dan roket, termasuk roket bernama Carina yang mampu mencapai ketinggian 150 km. Setelah sempat melambat akibat pandemi, mereka kini kembali mendapatkan momentum.

"Kami akan segera meluncurkan lebih banyak roket," ujar co-president lainnya, Ben Sutcliffe, dikutip dari BBC.

Ia menggambarkan uji terbang seperti melihat 'bayi' sendiri meluncur ke langit sambil berdoa agar seluruh desain teknik yang dibuat berfungsi dengan baik.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads