Sosok Agung, Peraih Gelar Doktor yang Dulu Bekerja sebagai Satpam

ADVERTISEMENT

Sosok Agung, Peraih Gelar Doktor yang Dulu Bekerja sebagai Satpam

Nikita Rosa - detikEdu
Sabtu, 13 Jun 2026 19:00 WIB
Agung Sulistyo Resmi Meraih Gelar Doktor dari UMY
Agung Sulistyo Resmi Meraih Gelar Doktor dari UMY. (Foto: Laman Resmi UMY)
Jakarta -

Agung Sulistyo resmi meraih gelar doktor dari Program Doktor Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Tak banyak yang menyangka, doktor baru ini dulu harus berjuang keras, bahkan bekerja sebagai seorang satpam.

Agung lahir dari keluarga sederhana di Tangerang, Banten. Setelah lulus Sekolah Menengah Teknik (STM) jurusan Teknik Gambar Bangunan pada 2002, Agung sempat mencoba seleksi TNI dan Polri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi nasib berkata lain. Perjalanan hidup membawanya ke Yogyakarta.

Menjadi Relawan dan Satpam

Agung Sulistyo saat bekerja sebagai satpamAgung Sulistyo saat bekerja sebagai satpam Foto: Laman Resmi UMY

Pada 2005, Agung datang ke Yogyakarta sebagai relawan. Tiga tahun kemudian, ia memperoleh pekerjaan pertamanya sebagai tenaga keamanan atau satpam salah satu media massa di Yogyakarta, Harian Kedaulatan Rakyat.

ADVERTISEMENT

"Sebagai satpam, saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini," ungkap Agung dalam laman UMY dikutip Sabtu (13/6/2026).

Kuliah dari Pos Ronda

Pada 2008, Agung akhirnya bertekad untuk melanjutkan pendidikan tinggi lewat kelas karyawan. Meski dalam keadaan keterbatasan ekonomi dan tuntutan pekerjaan, Agung menyisihkan sebagian gajinya untuk membayar biaya kuliah secara mencicil.

"Tantangan terbesar waktu itu adalah membagi waktu. Kalau sedang jaga malam, setelah kuliah saya langsung ke tempat kerja, lalu mengerjakan tugas di pos satpam sampai pagi," kenangnya.

Perjuangan Agung membuahkan hasil. Ia berhasil menyelesaikan studi sarjana pada 2013 dan langsung melanjutkan pendidikan magister hingga 2015.

Dari Satpam Menjadi Dosen

Dari pos ronda, Agung lanjut meniti karier di ruang kelas. Dorongan istrinya, Intan Mutiara Putri S ST, M Keb, yang membuatnya termotivasi.

"Saya tidak pernah membayangkan menjadi pengajar. Tapi istri saya terus mendorong dan membuka cara pandang baru tentang masa depan," tuturnya.

Agung diterima sebagai dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata di Yogyakarta pada 2015. Dari seorang satpam yang menjaga keamanan, Agung berkembang menjadi pengajar.

Melihat perjuangannya, Agung berpesan agar para mahasiswa tidak takut bermimpi besar meski berasal dari latar belakang sederhana. Bagi Agung, mimpi adalah bahan bakar untuk terus bergerak maju.

"Saya selalu bilang kepada mahasiswa, jangan takut bermimpi tinggi. Kalau pun jatuh, kita tidak akan jatuh terlalu jauh dari apa yang kita impikan," katanya.




(nir/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads