Diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi Muhammad Novareza Sayyid Pratama. Impiannya selama ini akhirnya terkabul.
Sejak kecil, Reza tinggal dengan kakek dan nenek. Ia dinafkahi sang kakek (69) dari hasil jerih payah sebagai tukang parkir. Sang nenek (69) pun ikut bertaruh untuk membiayainya dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Lika-liku Tempuh Sekolah
Untuk membiayai sekolah Reza, kakek dan neneknya harus berusaha lebih. Bahkan, sang nenek, Amin terkadang sampai meminjam uang arisan agar sekolah Reza tetap lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting kebutuhan sekolah Reza bisa terpenuhi dulu, nanti uang pinjaman bisa dicicil," kenang nenek Amin dikutip dari laman UGM, Sabtu (13/6/2026).
Tak hanya membantu dalam pembiayaan, sang nenek kerap menemani Reza selama belajar pada malam hari. Ia juga selalu menyiapkan bekal untuk Reza agar lebih hemat.
"Kadang kalau Reza pulang malam setelah kegiatan sekolah, saya tetap menemani Reza untuk belajar," tutur Amin.
Langganan Juara 1 di Kelas
Selama bersekolah, beruntungnya Reza merupakan anak yang rajin dan pintar. Bahkan, ia langganan peringkat 1 di kelas.
"Sejak SMP saya langganan masuk peringkat 1," tuturnya.
"Saya percaya karena Reza anaknya pintar, jadi pasti dia nanti akan mudah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi," ungkap sang nenek.
Lolos SNBP di UGM dan Dapat Beasiswa
Perjuangan kakek, nenek, dan Reza sendiri akhirnya membuahkan hasil. Reza berhasil lolos di UGM jurusan S1 Pembangunan dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Reza juga akhirnya bisa menarik nafas dengan lebih lega karena pihak kampus memberinya beasiswa UKT Pendidikan Unggul bersubsidi 100%. Artinya, ia dapat berkuliah secara gratis.
Reza merasa keberhasilannya saat ini bisa terjadi berkat dukungan nenek dan kakek. Ia berpesan kepada anak yang memiliki kondisi yang sama untuk tetap semangat dan pantang menyerah.
"Nenek sosok pengganti ibu saya karena sedari kecil saya dibesarkan oleh nenek, meskipun di tengah keterbatasan nenek selalu mengusahakan kebutuhan saya," tutur Reza.
"Buat teman-teman tetap semangat ya, karena rezeki tidak ada yang tahu. Mungkin di tengah keterbatasan finansial berusahalah mencari beasiswa di luar itu ada banyak," pesannya.
(cyu/nah)











































