Kemenbud Ingin Cerita Rakyat RI Kembali Dikenal, Dimulai dari Kompetisi Ini

ADVERTISEMENT

Kemenbud Ingin Cerita Rakyat RI Kembali Dikenal, Dimulai dari Kompetisi Ini

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 24 Jun 2026 18:18 WIB
Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Foto: Devita Savitri/detikEdu/Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Jakarta -

Indonesia memang dikenal sebagai bangsa yang kaya dan memiliki berbagai warisan budaya. Namun, ternyata ada warisan budaya Indonesia yang terkadang justru 'kurang tersentuh'.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut warisan budaya yang dimaksud yakni kumpulan cerita rakyat Indonesia. Cerita rakyat termasuk dalam bagian tradisi lisan.

Ia yakin, dari Sabang sampai Merauke, masyarakat Indonesia diwariskan oleh nenek moyang berbagai cerita lisan. Tapi karena tidak tertulis lantaran terbatasnya media, banyak cerita ini kemudian tidak diketahui oleh masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih banyak, saya yakin, yang diturunkan secara lisan, sebagai oral tradition, ketimbang yang ditulis, kelihatannya begitu. Salah satu kekayaan budaya kita dalam tradisi lisan adalah cerita dan cerita ini menurut saya bagian dari warisan budaya yang kadang-kadang kurang tersentuh," tuturnya dalam acara Apresiasi Gala Cerita Rakyat Indonesia di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Gala Cerita Rakyat Indonesia

Lantaran kurang tersentuh, Kemenbud menilai cerita rakyat Indonesia perlu dihidupkan. Untuk itu, pihaknya menjangkau komunitas pendongeng yang sudah menghidupkan cerita-cerita rakyat dan budaya lainnya.

ADVERTISEMENT

"Mari kita mulai dan kita mulai dengan Gala Cerita Rakyat," ungkapnya.

Gala Cerita Rakyat Indonesia merupakan program Kemenbud agar cerita rakyat Indonesia kembali dikenal, diceritakan, dan didokumentasikan lewat pendekatan digital. Kemenbud membuka pendaftaran kompetisi ajang ini secara daring, di mana karya dibagikan peserta melalui media sosial.

Sebanyak 1.737 karya yang dikirimkan oleh 2.797 peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang tercatat dalam program ini. Karya-karya ini dibagi ke dalam lima kategori, yakni Anak, Remaja, Orang Tua, Pendidik, dan Umum.

Pada setiap kategori, juga tersedia kesempatan partisipasi inklusif. Peserta yang mengikuti berasal dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk anak berhadapan dengan hukum dan anak putus sekolah.

Menbud menegaskan bahwa Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 adalah awal atau langkah pembuka. Di 2027, Kemenbud akan menghadirkan Gerakan Cerita Rakyat Indonesia.

"Gerakan Cerita Rakyat Indonesia supaya kita menghidupkan lagi storytelling/mendongeng," tegasnya.

Daftar Pemenang Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026

Adapun daftar pemenang Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, yaitu:

Kategori Anak

Aqhila Arsenio Reynanda: Keadilan di Tanah Tumpel

Anak Agung Gede Krisna Adi Nugraha: Asal Mula Tradisi Mapejuwit

Orlin Atha Rachma Saleh: Asal Usul Balum Bili dari Aceh Besar

Ayasha Maulidiansyah: Uwako Ular Naga

Arsene Joy Syandi Pasaribu: Si Beru Dayang

Syafira Zafin Artya: Legenda Batu Menangis

Kategori Remaja

Mursid Yoga Pratama: Sang Kera dan Buaya

M Firdaus Al-Kautsar: Dadung yang Mengikat Hati

Noor Darine Salsabilla: Perempuan Pembawa Api dari Pulau Rote

Hangganararas Tyas: Asal Usul Kota Cianjur

Melinda Rahmawati: Si Kabayan Moro

Ladziyana Junistis Maryama: Rambut Sindang dari Kuningan

Kategori Orang Tua

Rusmanadi: Ketawak di Gunung Penyabun

Sri Meidina: Asal Usul Padhukuhan Dhayu

Rusmiati: Bir Pletok Kebanggaan Jakarta

Dyan Arfiana Ayu Puspita: Pangeran Purbaya dan Pasukan Lebah

Ainur Basirah Mulya: Samba Paria dari Tanah Mandar

Putri Khalidah: Ibu Kandungku Seekor Kucing

Kategori Pendidik

Fauzi Rahmat Nugraha: Situ Bagendit

Ihan Imtihan: Kebo Gerem

Mujadid Sigit Aliah: Makkaraja Carita

Wahyuddin: Lalu Lepang Kuning dan Dedara Pitu

Atiril Atifah: Ayam Jago Panji Laras

Brian Dhwi Frediaty: Legenda Si Gringsing

Kategori Umum

Desri Susilawani: Legenda Bukit Bejungor

Nur Danila: Windu

Lahir Jaka: Gatra

Syaeful Amin: Si Gringsing dan Si Kasur

Kartika Vireza: Asal Usul Sungai Bangkok

Yosan TV Channel: Si Buncir

Apresiasi Inklusif

Detty Herawati (Pendidik): Raja Jambi Penakluk Hantu Pirau

Abidah Nur Zahro (Remaja): Legenda Suro dan Boyo

Wantofal Anugerah Cantik (Remaja): Timun Mas

Telaga Bening Deslaya (Remaja): Dompu Awang

Keisya Aizatul Azzira (Remaja): Timun Mas




(det/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads