Bisa berkuliah secara gratis di Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya tak terlintas dalam benak Syahla Nabilah Junita Wibawa (19). Namun, kenyataan saat ini berkata demikian.
Syahla kini sangat bersyukur dengan beasiswa itu karena kondisi ekonomi keluarganya masih pas-pasan. Sang ayah, kini bekerja sebagai ojek online (ojol) dengan penghasilan tak menentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lolos UGM Lewat SNBP
Syahla adalah satu dari ribuan peserta yang lolos UGM lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sehingga, perjuangan Syahla masuk UGM tidaklah instan.
Syahla sudah bekerja keras sejak kelas 10 SMA. Ia berusaha terus menjaga nilai rapor sembari menyusun strategi agar bisa memilih prodi yang tepat.
"Saya memang dari awal sudah mengincar jalur SNBP. Jadi sejak kelas 10 SMA, saya berusaha menaikkan nilai dan memikirkan strategi supaya bisa lolos," katanya dikutip dari laman UGM, Jumat (26/6/2026).
Alasan Pilih Jurusan Pangan
Syahla lolos pada pilihan prodi Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Ada alasan khusus mengapa ia memilihnya.
Syahla awalnya ingin menjadi ahli gizi, tetapi saat ia menelusuri kemampuannya ternyata cenderung cocok dengan bidang pangan. Ia juga mengaku senang dengan lingkungan, sehingga Teknologi Industri Pertanian jadi pilihannya.
"Saya tertarik dengan bidang pangan dan lingkungan. Saya ingin mengembangkan sesuatu yang bermanfaat, terutama terkait pengolahan sampah dan lingkungan," katanya.
Belajar Mandiri Tanpa Bimbel
Syahla sempat ditawari untuk bergabung dengan bimbingan belajar (bimbel). Namun, ia putuskan untuk belajar mandiri dengan memanfaatkan buku pelajaran dan aktif bertanya kepada guru.
"Kalau ada materi yang saya tidak paham, saya biasanya bertanya ke guru. Jadi saya lebih berusaha memahami daripada menghafal," jelasnya.
Sekolah Sambil Jualan
Syahla termasuk siswa yang pekerja keras dan percaya diri. Ia tidak malu walau harus berjualan kue kering yang ia titipkan di kantin sekolah.
Ia berjualan supaya mendapatkan uang saku tambahan. Hal tersebut ia lakukan karena melihat orang tuany yang harus membiayai tiga saudara lainnya.
"Jadi saya mau punya penghasilan sendiri, enggak mau bergantung terlalu sama orang tua," ujarnya.
Keberhasilan Syahla tembus UGM dia persembahkan kepada kedua orang tua. Ia berharap dapat berkuliah dengan baik dan berprestasi untuk membuat ayah dan ibu bangga.
"Saya tidak mau mengecewakan orang tua karena perjuangan mereka sampai saya bisa berada di titik ini. Itu yang memotivasi saya untuk terus belajar," katanya.
Sang ibu, Nurjanah membenarkan bahwa Syahla termasuk anak rajin. Ia melihat, semangat ingin belajar Syahla sudah terlihat sejak SD.
"Saya senang sekali anak saya punya semangat belajar yang tinggi dan punya cita-cita yang tinggi juga. Sebagai orang tua saya mendukung apa yang menjadi cita-cita anak saya," terangnya.
(cyu/nah)











































