Angela Electra Vega Suseno berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih mimpi. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, Angel resmi dinyatakan sebagai mahasiswa baru Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) 2026.
Perempuan asal Yogyakarta itu bersyukur bisa meraih mimpinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Kabar kelulusan Angel di UGM menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarganya.
Di balik keberhasilan itu, ia memiliki keistimewaan sebagai penyandang tunanetra total sejak kecil. Bagaimana kisahnya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tumbuh di Keluarga Lulusan UGM
Angel lahir dalam keluarga yang penuh kasih sayang. Ia bersyukur memiliki keluarga yang selalu ada untuk menuntun langkahnya.
Ayah Angle merupakan lulusan Teknik Elektro UGM. Ibunya adalah lulusan Ilmu Komputer, dan kakaknya merupakan alumni Teknologi Rekayasa Internet dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan. Inilah yang membuat cita-citanya berkuliah di UGM tumbuh sejak SMP.
Lingkungan yang Mendukung Belajar
Angel mengaku lingkungan belajarnya juga sangat mendukung. Sejak di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, aktivitas pembelajarannya dibantu menggunakan screen reader.
"Biasanya guru akan mengirim materi dulu dalam bentuk PDF sehingga memudahkan untuk ikut belajar bersama teman-teman lainnya," ujarnya dalam laman UGM, dikutip Minggu (5/7/2026).
Angel tidak hanya fokus belajar. Ia juga mengikuti beragam kegiatan di sekolah, mulai dari ekstrakurikuler bernyanyi, band, hingga public speaking.
Perjuangan Angel Belajar SNBT
Angel memanfaatkan les privat dan tayangan video YouTube untuk belajar SNBT. Kanal Youtube berbasis audio menjadi salah satu sumber belajar pilihan karena memudahkan penyandang tunanetra.
Saat hari ujian, ia mengaku cukup tertantang karena baru pertama kali menjamah komputer. Sebelum mulai, Angel diberikan kisi-kisi shortcut untuk mengisi soal.
"Dan untungnya bisa beradaptasi dengan cepat. Jadi kepanikan itu tidak mengganggu dalam mengerjakan," jelasnya.
Sebelum memulai perkuliahan, Angel mengakui tantangan terbesarnya mungkin adalah beradaptasi dari lingkungan sekolah ke lingkungan kuliah. Ia khawatir tidak bisa mengikuti perkuliahan dengan baik. Untuk itu, ia berencana bergabung dengan organisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM.
Angel menitipkan pesan kepada teman-teman yang juga sedang berjuang di kondisi serupa. Ia mengingatkan untuk tidak kalah karena keadaan, karena semua rencana Tuhan adalah yang terindah.
"Buat teman-teman tetap semangat karena kita enggak tahu rencana Tuhan tuh indah buat kita. Apa pun jalan yang kita pilih selama itu baik, tetap diperjuangkan sampai kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan," ungkapnya.
(nir/faz)











































