18 Ribu Proposal Lolos Pendanaan Risbang 2026 Kemdiktisaintek, Total Dana Rp 1,7 T

ADVERTISEMENT

18 Ribu Proposal Lolos Pendanaan Risbang 2026 Kemdiktisaintek, Total Dana Rp 1,7 T

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 21 Apr 2026 07:00 WIB
Penandatanganan kontrak Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026 di Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/4/2026).
Penandatanganan kontrak Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026 di Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/4/2026). Foto: Dok Kemdiktisaintek
Jakarta -

Sebanyak 18.215 proposal riset lolos pendanaan Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun Anggaran 2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan total dana Rp 1,6868 triliun. Adapun total usulan yang masuk mencapai 104.546 proposal pada 9 program.

Pada Senin (20/4), penerima pendanaan dari 4 program menandatangani kontrak program di Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat. Adapun keempatnya yakni Program Hilirisasi Riset Prioritas, Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB), serta Program Inovasi Seni Nusantara Tahun Anggaran 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengatakan, kerja para dosen dan peneliti penerima pendanaan diharapkan berdampak pada masyarakat. Salah satunya adalah merespons masalah-masalah sosial melalui skema riset maupun skema pengabdian masyarakat.

"Saya kira tidak ada ekosistem yang sekuat ini dalam rangka untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, mindset, cara berpikir yang hanya untuk kepentingan pribadi harus ditanggalkan," ucapnya membuka penandatanganan.

ADVERTISEMENT

"Ditunggu karya besarnya, gerakan sentrifugalnya. Ditunggu untuk dapat memancarkan manfaat pada masyarakat. Kita menangani ini dengan cara-cara serius dan kita berharap hasilnya pun juga akan melahirkan produk-produk yang serius," imbuhnya.

Persentase Bidang Soshum Terbesar

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menggarisbawahi, dana Rp 1,7 triliun bukan total keseluruhan dana riset nasional tahun 2026, melainkan alokasi untuk 9 program pengembangan risbang dari APBN pada skema yang sudah dibuka.

Ia menambahkan, penerima pendanaan tersebar pada 8 bidang fokus riset sesuai Bidang Industri Strategis Nasional yang diperkenalkan pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025. Beberapa bidang di antaranya yaitu mulai dari hilirisasi dan industrialisasi hingga pangan dan kesehatan.

Sementara itu, sambungnya, bidang sosial humaniora melekat pada semua bidang prioritas tersebut.

"Misalkan saja hilirisasi dan industrialisasi. Yang penting di sana itu tidak semua yang berbau teknis hilirisasi ini. Ada terkait hukum, keekonomian; lebih penting lagi, bagaimana bisnis, pendidikan juga, bagaimana masyarakat bisa mengadopsi-misalkan, hasil-hasil teknologi yang kita kembangkan, diindustrialisasi, menjadi penting," terangnya pada kesempatan yang sama.

Sedangkan berdasarkan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), Fauzan mengatakan, persentase bidang proposal penerima pendanaan terbanyak dari sosial humaniora, yakni sebanyak 38,36%.

Pendanaan Per Program

1. Penelitian

Proposal: 13.028
Dana: Rp 1,0435 triliun

2. Pengabdian kepada Masyarakat

Proposal: 3.328
Dana: Rp 167,2 miliar

3. Hilirisasi Riset Prioritas

Proposal: 925
Dana: Rp 318,1 miliar

4. Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB)

Proposal: 102
Dana: Rp 62,4 miliar

5. Inovasi Seni Nusantara

Proposal: 244
Dana: Rp 17,5 miliar

6. Pengujian Model dan Prototipe

Proposal: 354
Dana: Rp 46,0 miliar

7. Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT)
Proposal: 17
Dana: Rp 7,9 miliar

8. PHC Nusantara

Proposal 15
Dana Rp 2,2 miliar

9. Mahasiswa Berdampak

Proposal: 202
Dana: Rp 22,0 miliar

Total pendanaan: 18.215 proposal, Rp 1,6868 triliun.

Sebaran Penerima Pendanaan Berdasarkan Bidang Fokus RIRN

Berikut sebaran penerima pendanaan berdasarkan bidang fokus Rencana Induk Riset Nasional:

  • Sosial humaniora: 38,36 persen (6.819 proposal)
  • Kesehatan: 20,89 persen (3.713 proposal)
  • Pangan: 17,01 persen (3.023 proposal)
  • Rekayasa keteknikan: 14,86 persen (2.642 proposal)
  • Transportasi: 1,23 persen (218 proposal)
  • Energi: 4,71 persen (837 proposal)
  • Maritim: 2,38 persen (423 proposal)
  • Pertahanan dan keamanan: 0,57 persen (102 proposal).

Sebaran Penerima Pendanaan Berdasarkan Bidang Fokus Industri Strategis Nasional

  • Kesehatan: 26,71 persen (4.346 proposal)
  • Pangan: 25,15 persen (4.091 proposal)
  • Hilirisasi dan industrialisasi: 15,74 persen (2.561 proposal)
  • Digitalisasi: AI dan semikonduktor: 15,50 persen (2.521 proposal)
  • Energi: 6,78 persen (1.103 proposal)
  • Material dan manufaktur maju: 4,52 persen (735 proposal)
  • Maritim: 3,58 persen (583 proposal)
  • Pertahanan: 2,02 persen (329 proposal).



(twu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads