Rifaldy Fajar mengakui dirinya mencatut nama ibu kandungnya, Elfiany Syafruddin, dan Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) dalam 51 riset yang dibuatnya. Klarifikasi tersebut ia sampaikan dalam unggahan Instagram Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Sebelumnya,Rifaldy Fajar diduga membuat penelitian palsu untuk dikirimkan ke berbagai forum ilmiah internasional.Rifaldy juga mempresentasikan risetnya dalam sejumlah ajang konferensi ilmiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rifaldy sampai mencatutkan nama ibunya, Elfiany Syafruddin, yang tidak ikut serta dalam riset maupun mengetahui tentang riset tersebut.
"Kondisinya ibu saya tidak mengetahui tentang hal ini sehingga saya mencatut secara langsung nama ibu saya dan menggunakan Universitas Muhammadiyah Bulukumba sebagai afiliasinya," jelas Rifaldy dalam unggahan Instagram @lp2m_umbulukumba Rabu (3/6/2026).
Nama Elfiany Syafruddin pun disebut terafiliasi dengan Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Sejauh penelusurannya, Rifaldy menuturkan ia mencatut 51 abstrak dengan nama ibunya dan UMB.
"Setelah saya rekap di dua sampai tiga hari terakir ini, sebelum saya ke Universitas Muhammadiyah Bulukumba, itu sekitar ada untuk total karya yang menyangkut nama ibu kandung saya dan juga Universitas Muhammadiyah Bulukumba itu ada sekitar kalau ditotal yang nama pertama itu ada sekitar 15 nama, kemudian yang sebagai nama kedua, ketiga, keempat itu ada sekitar 36 nama. Sehingga total ada 51 karya," tuturnya.
Alasan Pencatutan Nama
Rifaldy menjelaskan alasan ia menggunakan namaUMB dan ibu kandungnya agar riset terlihat lebih kuat.UMB ia cantumkan dalam riset di bidang ilmu komputer dan matematika dengan menambahkan departemen Computer ScienceUMB.
"Saya menggunakan seperti departemen computer science dari Universitas Muhammadiyah Bulukumba yang mana sama sekali tidak ada," ujar Rifaldy.
"Dan saya mengakui kesalahan saya dalam hal itu memang semata-mata untuk seperti membuat sebuah karya seolah-olah itu banyak kolaborasi penelitian di dalamnya," sambungnya.
Sudah Minta Penarikan Abstrak
Rifaldy mengatakan saat ini ia sedang meminta penarikan abstrak pada beberapa konferensi ilmiah terkait. Sejauh ini sudah ada dua respons.
Ia juga meminta penarikan kepada abstrak yang sudah dipublikasian. Namun ia tidak bisa memberikan kepastian jika abstrak tersebut bisa ditarik.
"Karena beberapa konferensinya ada yang sudah dari 2024 kemudian juga 2025," ujarnya.
(nir/nwk)










































