Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi ungkap Presiden Prabowo Subianto akan melakukan tanya jawab dengan Rektor dan ribuan akademisi di gelaran Sarasehan Kebangaaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026. Acara tersebut digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Jumat-Minggu, 26-28 Juni 2026.
Presiden Prabowo terjadwal hadir membuka acara Sarasehan Kebangsaan 2026 di JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/28/2026). Usai membuka, ia menggelar perbincangan tertutup kepada 2.600 peserta yang terdiri dari rektor dan akademisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai pertemuan sesi pertama, Mensesneg menyatakan belum ada proses tanya jawab antara Presiden dan rektor-akademisi. Namun, pertemuan Presiden akan dilanjutkan pada sesi kedua dan proses tanya jawab mungkin terjadi.
"Belum, tadi kan baru... iya nanti akan ada (proses tanya jawab Presiden-Rektor)," tuturnya di sela-sela acara Sarasehan Kebangsaan di JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Lebih lanjut, Mensesneg menyebut rektor dan akademisi memiliki waktu yang panjang untuk berdisikusi dengan pemerintah. Pada gelaran hari kedua, berbagai menteri akan jadi pembicara dan berharap mendapat masukan dari rektor dan akademisi.
"Besok (Sabtu, 26 Juni 2026) juga ada berbagai pembicara juga dari luar dan segala macam, kita berharap masukan-masukan lebih tajam lagi," tegasnya.
Bocoran Pertemuan Tertutup Presiden-Rektor dan Akademisi
Pada sesi pertama, Mensesneg mengungkap presiden baru menyampaikan berbagai hal mendasar. Intinya, Presiden ingin para cendekiawan yang hadir bisa bersatu untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Apapun bidangnya, apapun keilmuannya, semua darma baktikan untuk kepentingan bangsa dan negara. Beliau juga menggugah gitu supaya apa yang dihasilkan ilmunya, apa yang dihasilkan inovasi-inovasi, teknologi-teknologi yang dikembangkan itu semua diarahkan untuk kepentingan bangsa dan negara," paparnya.
Berbagai inovasi ini juga diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat secara luas. Contohnya, inovasi di bidang pertanian dalam menghasilkan benih pangan unggul atau bidang teknologi yakni menghasilkan inovasi baterai dan berbagai bidang lainnya.
Sarasehan Kebangsaan 2026 mengangkat tema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia. Acara ini merupakan rangkaian dari program Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026.
Acara ini diikuti lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas 219 Rektor, 44 Direktur Perguruan Tinggi, 6 Ketua Perguruan Tinggi, 1.596 dosen ilmuwan serta para peneliti. Tak hanya kampus, Brian menyebut terdapat 300 peneliti dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tiggi dan Kemdiktisaintek ikut serya dalam gelaran ini.
Hasil Sarasehan Kebangsaan akan merumuskan peran dan kontribusi perguruan tinggi untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.
(det/nwk)











































