Antrean SD Muhammadiyah Sapen Penuh sampai 2032, Ortu Daftarkan Anak sejak Bayi

ADVERTISEMENT

Antrean SD Muhammadiyah Sapen Penuh sampai 2032, Ortu Daftarkan Anak sejak Bayi

fahri zulfikar - detikEdu
Rabu, 28 Jan 2026 14:30 WIB
Antrean SD Muhammadiyah Sapen Penuh sampai 2032, Ortu Daftarkan Anak sejak Bayi
Foto: Fahri Zulfikar/detikEdu/SD Muhammadiyah Sapen, Yogyakarta
Jakarta -

SD Muhammadiyah Sapen di Yogyakarta kerap disorot media sosial lantaran antrean pendaftarannya yang sampai bertahun-tahun. Saking antrenya, pendaftaran sekolah dilakukan oleh orang tua sejak anak masih bayi.

SD Muh Sapen, biasa disebut, merupakan salah satu sekolah unggulan yang terletak di Jalan Bimo Kurdo No 33, Demangan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Faktor yang membuatnya terkenal selain keunggulannya, yaitu karena masa antre yang begitu panjang untuk mendaftar di sekolah tersebut.

Jika biasanya SD lain dibuka pendaftarannya untuk tahun ajaran terdekat, maka di SD Muh Sapen sudah 'dibuka' enam hingga tujuh tahun ke depan. Alasannya, karena tahun ajaran terdekat sudah penuh dengan antrean pendaftaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagian Administrasi SD Muh Sapen, Nofita Saraswati, S Pd, mengatakan untuk tahun ajaran 2027 sampai 2032, antrean pendaftaran sudah penuh. Antrean ini biasa dikenal dengan sistem inden atau memesan antrean pendaftaran.

"Jadi untuk (tahun ajaran) 2027 sampai 2032 itu sudah penuh, kemarin siang (Selasa, 27 Januari 2026). Ini sudah penuh inden-nya," ucapnya saat ditemui di Ruangan Administrasi SD Muh Sapen, Rabu (28/1/2025).

ADVERTISEMENT

Untuk skemanya, lanjut Nofita, inden didapatkan sesuai nomor antrean saat pendaftaran ke sekolah. Apabila kuota inden di tahun ajaran tertentu penuh, maka akan diarahkan ke antrean 'cadangan'.

Biasanya, antrean inden yang tidak diambil dan berakhir kosong, akan bisa diisi oleh antrean cadangan sesuai urutan pendaftaran.

"(Untuk) 2027, karena indennya sudah penuh, kita arahkan untuk (masuk) cadangan dulu. Tapi nanti pemanggilan cadangan kita sesuaikan sama kuota yang masih ada. Kemudian sama nomor antreannya (saat mendaftar)," paparnya.

Bayi Baru Lahir Sudah Didaftarkan di SD Muhamamdiyah Sapen

Bagian Administrasi SD Muh Sapen, Nofita Saraswati, S PdBagian Administrasi SD Muh Sapen, Nofita Saraswati, S Pd Foto: Fahri Zulfikar/detikEdu


Saking antrenya, ada orang tua yang mendaftarkan anaknya ke SD Muh Sapen usai lahir. Nofita mengungkapkan, bayi itu didaftarkan oleh ayahnya untuk tahun ajaran 2032.

"Kemarin itu (ada) yang kelahiran baru, jadi masih di rumah sakit, (baru lahir). Tapi sekarang kan rumah sakit itu bisa memproses KK (Kartu Keluarga) dan akta. Itu ibunya masih di rumah sakit, yang ke sini (ke SD Muh. Sapen) ayahnya. Alhamdulillah dapat kuota inden, (untuk) 2032," ungkapnya.

Nofita menjelaskan, hal itu bisa terjadi karena memenuhi syarat inden yakni dengan menitipkan akte atau KK. Sementara yang masih dalam kandungan atau belum lahir tapi ingin mendaftarkan ke SD Muh Sapen untuk menitipkan nama, itu tidak bisa diproses.

"Karena kita sistem inden itu syaratnya melampirkan akta salah satunya, jadi kalau mau mendaftarkan tanpa akta kita belum bisa. Titip nama dulu itu belum bisa," lanjutnya.

Meski kuota antrean inden untuk tahun ajaran 2032 baru saja penuh, nyatanya untuk 2033 sudah ada yang mendaftar. Per Rabu, 28 Januari 2026, sudah ada 3 yang mendaftar.

"2033, sudah ada, 3 anak. (Meski) baru ditutup kemarin siang untuk yang (tahun ajaran) 2032," imbuh Nofita.

Sapen Tidak Ada Seleksi Tes Masuk

Menurut Nofita, dari testimoni yang kerap diterima, orang tua memilih SD Muh Sapen karena berbagai pertimbangan. Seperti capaian akademik yang unggul dari lulusan SD Muh Sapen, program sekolah, kurikulum, hingga basis agama yang kuat.

Ia juga mengatakan bahwa di SD Muh Sapen tidak ada seleksi tes masuk. Usai proses pendaftaran, anak yang diterima akan langsung dibimbing oleh guru dan kepala sekolah.

"Kalau Sapen kita tidak ada seleksi tes masuk. Jadi kalau sekolah lain kan sebelum masuk tes dulu baru kemudian kalau lolos diterima, kemudian lanjut proses pendaftaran. Kalau kita tidak, kita prosesnya dulu, kemudian kita akan mempersiapkan anak yang sudah lolos untuk disiapkan mendapatkan hasil akhir (pembelajaran) nanti yang terbaik. Jadi semua guru, kepala sekolah, sudah ada persiapan mendampingi & membimbing siswa itu sampai hasil akhir yang terbaik. Beberapa orang tua merasakan hal itu," jelasnya.

Di SD Muh Sapen, juga ada pembagian kelas reguler dan CIMIPA (Cerdas Istimewa Matematika dan IPA). Kelas CIMIPA ditujukan untuk mewadahi siswa berbakat bidang sains dan bahasa Inggris dengan buku Cambridge.

Semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk masuk kelas CIMIPA karena menggunakan sistem seleksi psikotes. Jika lolos akan masuk kelas CIMIPA, tapi jika tidak akan masuk kelas reguler.

"Kalau misal nanti dalam psikotes tidak lolos, nanti otomatis masuknya di kelas reguler. Kita memang dari tahun ke tahun buka seleksi untuk kelas 1 itu reguler dan CI (Cerdas Istimewa)," tutur Nofita.

Selain kurikulum, ekstrakurikuler juga disediakan berbagai pilihan agar siswa bisa memilih sesuai minatnya. Lalu basis agama, siswa dilatih kemandirian dan kedisiplinannya melalui jadwal belajar, jadwal salat sunnah, istirahat atau bermain, makan siang, hingga jadwal salat wajib.

"Jam pertama untuk mata pelajaran sekitar setengah 8. Nanti setelahnya ada jam istirahat di jam setengah 9 atau jam 9. Gantian. Kemudian nanti ada jadwal Salat Dhuha dulu. Ada juga jadwal Salat Dhuhur bergantian. Baru nanti kepulangan. Sebelum Dhuhur anak-anak sudah makan dulu (baru salat)," ujarnya.




(faz/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads