Strategi China Cetak Talenta AI: Update Kurikulum-Rombak Syarat Jadi Guru

ADVERTISEMENT

Strategi China Cetak Talenta AI: Update Kurikulum-Rombak Syarat Jadi Guru

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Sabtu, 16 Mei 2026 09:00 WIB
Anak sekolah di wilayah Zhangxian, Provinsi Gansu, China yang tengah belajar komputer berbasis AI pada September 2025 lalu.
Foto: Xinhua/Anak sekolah di wilayah Zhangxian, Provinsi Gansu, China yang tengah belajar komputer berbasis AI pada September 2025 lalu.
Jakarta -

China mempercepat integrasi kecerdasan buatan (AI) di seluruh sistem pendidikan melalui rencana aksi nasional "AI+ Education" yang diluncurkan pada 10 April 2026 lalu. Program ini mencakup semua jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga pendidikan sepanjang hayat sebagai bagian dari strategi menghadapi persaingan teknologi global.

Inisiatif ini bertujuan memperkuat kesiapan tenaga kerja China dengan mengintegrasikan Al ke dalam sistem pendidikan. Pemerintah akan fokus pada peran Al sebagai penggerak reformasi pendidikan guna memenuhi kebutuhan ekonomi digital dan industri masa depan.

Langkah ini sejalan dengan tren global, di mana negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Singapura juga gencar berinvestasi dalam pendidikan berbasis Al.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Integrasikan Kurikulum Al di SD hingga Jenjang Kuliah

China memperkuat pembangunan infrastruktur Al nasional sebagai bagian utama dari rencana ini. Pemerintah pusat akan menggabungkan platform komputasi dan jaringan data menjadi satu layanan terpadu untuk meningkatkan efisiensi.

Strategi ini juga mencakup integrasi Al secara bertahap di seluruh jenjang pendidikan. Mulai dari pengenalan dasar di sekolah hingga penerapan tingkat lanjut yang terhubung dengan kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

Dikutip South China Morning Post, integrasi Al akan diterapkan langsung di berbagai jenjang pendidikan. Di tingkat dasar, sekolah akan menghadirkan pembelajaran yang mendorong rasa ingin tahu dan kemampuan pemecahan masalah siswa.

Sementara itu, perguruan tinggi akan membuka mata kuliah dasar Al guna mendorong inovasi lintas disiplin. Adapun pendidikan vokasi hingga pembelajaran sepanjang hayat difokuskan pada transformasi cerdas di berbagai bidang pekerjaan.

Reformasi Guru di Era AI

Beijing akan merombak sistem pelatihan guru sebagai bagian dari transformasi pendidikan berbasis Al. Literasi Al akan dimasukkan ke dalam persyaratan sertifikasi dan lisensi bagi tenaga pendidik.

Langkah ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis guru agar siap mengajar di kelas berbasis Al, sekaligus mendukung proses pembelajaran yang lebih adaptif di era digital.

Program ini akan didukung pendanaan dari anggaran pemerintah pusat, termasuk alokasi khusus untuk proyek strategis nasional dalam pengembangan platform pendidikan Al. Pemerintah daerah dan sekolah juga akan diarahkan untuk turut berinvestasi guna mempercepat pelaksanaan reformasi ini.

"Dengan mendefinisikan ulang keterampilan yang dibutuhkan di era modern, Al memaksa perombakan sistemik dan mendasar dalam dunia pendidikan," demikian pernyataan Kementerian Pendidikan China dalam pengumuman resminya, seperti dilansir SCMP.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads