Revitalisasi Sekolah Sentuh Tanah Papua Barat Daya, Rumah Kedua 160 Ribu Murid

ADVERTISEMENT

Revitalisasi Sekolah Sentuh Tanah Papua Barat Daya, Rumah Kedua 160 Ribu Murid

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 29 Mei 2026 06:30 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti resmikan revitalisasi satuan pendidikan di Papua Barat Daya.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti resmikan revitalisasi satuan pendidikan di Papua Barat Daya. Foto: Devita Savitri/detikEdu
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti resmikan program revitalisasi satuan pendidikan di berbagai sekolah wilayah Papua Barat Daya. Revitalisasi menyasar ruang kelas baru, toilet, perpustakaan, hingga ruang kepala sekolah.

Diketahui, Papua Barat Daya memiliki sekitar 160 ribu murid, lebih dari 1.200 sekolah, dan sekitar 10 ribu guru. Jumlah ini tersebar di lebih dari 900 kampung.

Keadaan ini, menjadi tantangan pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan pemerataan layanan pendidikan di wilayah tersebut. Menteri Mu'ti menekankan sekolah harus jadi tempat yang nyaman bagi murid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya menjadi tempat belajar, sekolah merupakan ruang untuk membangun integrasi sosial. Hal ini dikarenakan murid bisa berasal dari berbagai latar belakang budaya, agama, dan ekonomi.

"Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak kita. Dengan itu, sekolah adalah miniatur Indonesia," tuturnya dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (28/5/2026).

ADVERTISEMENT

Di 2026, program revitalisasi satuan pendidikan akan berfokus pada sekolah terdampak bencana, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kerusakan fisik berat. Mendikdasmen menyatakan program ini akan terus dilaksanakan sampai seluruh sekolah di pelosok tanah air diperbaiki.

"Dengan revitalisasi ini, tentu kami berharap tidak hanya sekolah yang kita perbaiki, tapi juga berusaha untuk dapat meningkatkan ekonomi lokal, dan tentu kita dapat bersama-sama memajukan pendidikan di tanah air kita," kata Menteri Mu'ti lagi.

Penerima Bantuan Revitalisasi Sekolah di Papua Barat

Kota dan Kabupaten Sorong

Pada 2025, ada 27 sekolah yang menerima bantuan revitalisasi satuan pendidikan di kota dan kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Jumlah itu tersebar di Kota Sorong sebanyak 12 sekolah dengan total bantuan sebesar Rp 4,9 miliar.

Sementara di Kabupaten Sorong, bantuan revitalisasi diterima 15 sekolah dengan nilai bantuan Rp 22 miliar. Adapun di 2026, terdapat 39 sekolah yang akan menjadi sasaran program revitalisasi.

Ada 5 sekolah di Kota Sorong yang akan menerima bantuan dengan total anggaran Rp 3,6 miliar dan 34 sekolah di Kabupaten Sorong dengan anggaran Rp 16,5 miliar.

Berbagai sekolah yang mendapat bantuan program revitalisasi di Kota-Kabupaten Sorong pada 2025 diantaranya:

1. SMK Negeri 1 Kota Sorong

Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, AHP Ompusunggu menjelaskan sekolahnya menerima bantuan fasilitas toilet dan perpustakaan. Dengan jumlah murid sekitar 1.600 orang, keterbatasan toilet jadi tantangan nyata sekolah tersebut.

Selain toilet, SMKN 1 Kota Sorong juga dapat bantuan pembangunan perpustakaan baru. Ke depan, perpustakaan akan dikembangkan secara digital.

Murid SMKN 1 Kota Sorong, Marlince Yadafat mengucapkan terima kasih melalui surat yang ditujukan untuk Presiden Prabowo Subianto. Surat itu sempat dibacakan di depan Mendikdasmen Mu'ti.

Dalam surat tersebut, ia mengucapkan terima kasih dan menyatakan program ini memberikan dampak langsung pada kenyaman murid belajar di sekolah. Sekolahnya yang mendapat bantuan perpustakaan, membuat murid lebih semangat membaca dan belajar.

Selain itu, pembangunan toilet yang nyaman dan bersih juga sangat disyukurinya. Ia menyebut akan menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya.

Melalui dukungan sarana pendidikan tersebut, Marlince mengaku murid di Tanah Papua dapat belajar dengan lebih nyaman dan semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri.

"Demikian ucapan terima kasih ini kami sampaikan atas perhatian dan bantuan Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti," ucap Marlince

2. SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong

Kepala SMAN 5 Kabupaten Sorong, Ficce Loppies mengungkap sekolahnya menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp 1,2 miliar. Revitalisasi menyasar perbaikan ruang administrasi sekolah, rehabilitasi ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, laboratorium kimia, laboratorium biologi, dan pembangunan ruang kelas baru.

Pembangunan ruang kelas baru memungkinkan sekolah itu menambah satu rombongan belajar (rombel) baru. Rombel ini akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

"Kami biasanya menerima murid sebanyak empat rombel. Di tahun ajaran 2026/2027, dengan adanya ruang kelas baru, maka kami bisa menambahkan satu rombel lagi," ujar Ficce.

3. SD Negeri 21 Kabupaten Sorong

SDN 21 Kabupaten Sorong juga menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp 1,2 miliar. Kepala SDN 21 Kabupaten Sorong, Alfina Lawerissa mengungkap bantuan itu digunakan untuk merehabilitasi 3 ruang kelas, pembangunan ruang administrasi, dan UKS.

Sebelumnya, kondisi ruang kelas sekolah tersebut kurang nyaman karena lantai pecah dan plafon yang rusak. Kini, sekolah tersebut telah rampung diperbaiki dan semakin nyaman untuk belajar.

Pulau Arar

Sekolah di Pulau Arar merupakan contoh nyata bila program revitalisasi juga menyentuh wilayah terpencil. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya menyebut, ini pertama kalinya menteri bisa sampai ke Pulau Arar.

Adapun sekolah yang menerima bantuan di Pulau Arar, diantaranya:

1. SMA Unimuda Pulau Arar

SMA ini mendapat bantuan renovasi dan pembangunan kembali ruang belajar. Murid SMA Unimuda Pulau Arar, Meske Solomina Sosir menyebut sebelumnya banyak teman-temannya yang enggan ke sekolah karena kurang nyaman, tapi kini banyak yang sudah aktif kembali ke sekolah.

"Pembangunan sudah selesai satu bulan lalu. Kelasnya sudah dimanfaatkan, sudah bisa belajar. Perasaannya sangat gembira. Setiap hari kalau pagi belum ada guru, pasti kita murid pertama datang," ungkapnya.

2. SD Inpres 27 Kabupaten Sorong

Selanjutnya, ada SD Inpres 27 Kabupaten Sorong yang menerima bantuan pembangunan toilet, ruang UKS, dan rumah dinas guru. Mendikdasmen sempat mengunjungi SD tersebut dan menyatakan sekolah siap dimanfaatkan.




(det/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads