216 Relawan Pendidikan Ditugaskan Kemendikdasmen ke 10 Kabupaten/Kota, Ini Perannya

ADVERTISEMENT

216 Relawan Pendidikan Ditugaskan Kemendikdasmen ke 10 Kabupaten/Kota, Ini Perannya

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 29 Mei 2026 17:30 WIB
Relawan Pendidikan Kemendikdasmen, upaya tuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Relawan Pendidikan Kemendikdasmen, upaya tuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS). Foto: BKHM Kemendikdasmen
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) di berbagai wilayah Indonesia. Tak hanya didata, ATS juga dijangkau agar mau kembali belajar ke sekolah.

Penjangkauan untuk kembali sekolah tersebut merupakan bagian program Relawan Pendidikan Tahun 2026 oleh Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) Kemendikdasmen. Direktur PNFI Kemendikdasmen, I Gusti Made Ardana menjelaskan Relawan Pendidikan merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah.

Aturan itu menempatkan penanganan ATS sebagai prioritas nasional. Pada dasarnya, Kemendikdasmen menyatakan, pihaknya sudah memiliki data awal terkait ATS. Data ini nantinya akan diverifikasi para relawan di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap melalui kerja para relawan pendidikan, anak-anak yang belum terjangkau layanan pendidikan dapat segera terdata dan dikembalikan ke satuan pendidikan, baik formal maupun nonformal," tutur Made dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (29/5/2026).

ADVERTISEMENT

Fokus ke 10 Kabupaten/Kota

Dijelaskan Made, program Relawan Pendidikan berisi sosok-sosok yang menjadi garda terdepan dalam memastikan anak-anak yang belum terjangkau layanan pendidikan bisa kembali hak belajarnya. Mereka akan dijangkau dengan berhati-hati berbasis komunitas.

"Relawan tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga memastikan anak-anak yang belum terjangkau dapat kembali terhubung dengan layanan pendidikan yang sesuai dan berkelanjutan," katanya.

Data yang dihasilkan dalam verifikasi lapangan para relawan, akan bersifat yang paling akurat, mutakhir, terintegrasi, dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan nasional maupun daerah.

Made mengungkap program Relawan Pendidikan berkembang signifikan dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, program ini menjangkau 4 kabupaten, 20 kecamatan, dengan melibatkan 105 relawan.

Sementara pada 2026, cakupan program berkembang menjadi 10 kabupaten/kota, 50 kecamatan, dan melibatkan 261 relawan pendidikan. Adapun 10 kabupaten/kota yang menjadi fokus program pada 2026, yaitu:

  1. Kabupaten Sampang, Jawa Timur
  2. Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
  3. Kabupaten Lampung Tengah, Lampung
  4. Kabupaten Mimika, Papua Tengah
  5. Kabupaten Maluku Tengah, Maluku
  6. Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan
  7. Kabupaten Agam, Sumatra Barat
  8. Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara
  9. Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh
  10. Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Tugas Relawan Pendidikan Kemendikdasmen

Selama bertugas, relawan diminta untuk mengidentifikasi penyebab anak tidak sekolah secara mendalam, memetakan kebutuhan belajar anak, dan memperkuat advokasi kepada masyarakat soal pentingnya pendidikan.

"Kami berharap para relawan dapat membangun komunikasi yang baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar anak. Keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari jumlah anak yang terdata, tetapi dari berapa banyak anak yang benar-benar kembali memperoleh haknya untuk belajar dan memiliki harapan masa depan yang lebih baik," sambungnya.

Seluruh relawan ini sudah mulai bertugas di masing-masing daerah yang telah ditetapkan. Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor bersama, organisasi mitra, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di masing-masing daerah.




(det/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads