Kucing Lucu Ini Jadi 'Asisten' Guru di Kelas, Bikin Siswa Jadi Lebih Fokus

ADVERTISEMENT

Kucing Lucu Ini Jadi 'Asisten' Guru di Kelas, Bikin Siswa Jadi Lebih Fokus

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Kamis, 04 Jun 2026 11:00 WIB
Kucing terapi yang jadi asisten guru di sekolah sekolah di Rhode Island, Amerika Serikat.
Foto: Instagram @pineconegoestoschool/Kucing terapi yang jadi asisten guru di sekolah sekolah di Rhode Island, Amerika Serikat.
Jakarta -

Asisten guru di sebuah sekolah di Rhode Island, Amerika Serikat mencuri perhatian. Bukan manusia, asisten guru tersebut adalah seekor kucing bernama Pinecone.

Kucing Pinecone dibawa oleh guru seni bernama Kayleigh Smith. Pinecone bukan hewan peliharaan biasa, melainkan hewan terapi resmi yang telah tersertifikasi. Ia setidaknya pergi ke sekolah dua kali seminggu.

Manfaat Asisten Guru 'Kucing' di Dalam Kelas

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ide membawa kucing ke dalam kelas terinspirasi dari kehadiran anjing terapi yang rutin berkunjung ke sekolahnya seminggu sekali. Smith menilai, jika anjing bisa maka kucing juga bisa memberi manfaat yang sama.

Smith menjelaskan bahwa Pinecone adalah kucing yang sangat tenang dan mudah bergaul sejak kecil. Sifat alaminya tersebut membuat ia yakin bahwa Pinecone dianggap cocok untuk pendidikan di kelas.

ADVERTISEMENT

"Kelas seni bisa menjadi sangat kacau. Namun, dengan adanya Pinecone, anak-anak menjadi lebih sadar akan diri mereka sendiri, ruang mereka, tubuh mereka, hingga volume suara mereka," ungkap Smith, dilansir The Mirror US.

Semith melihat bahwa para siswa mendapatkan manfaat dari kehadiran Pinecone. Siswa menjadi lebih tenang dan fokus.

"Mereka lebih tenang dan lebih fokus, ditambah lagi para staf juga sangat menyukainya!" lanjutnya.

Kucing Melewati Pelatihan

Untuk bisa masuk ke kelas, kucing terlebih dahulu dilatih. Smith menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan Pinecone menghadapi lingkungan sekolah yang bising dan penuh sesak.

Persiapan ini dimulai dari pelatihan menggunakan tali kekang (harness) sejak dini agar Pinecone terbiasa berada di luar ruangan. Proses persiapan tersebut berlangsung sekitar lima bulan.

Smith bahkan mengikuti kursus daring khusus melalui organisasi Pet Partners yang memakan waktu total sekitar 12 hingga 13 jam. Dalam masa pelatihan tersebut, Pinecone dibiasakan dengan berbagai peralatan medis, suara keras, hingga sentuhan dari orang asing yang tidak dikenalnya.

Tahap akhir dari perjuangan ini adalah evaluasi langsung yang melibatkan 10 sukarelawan. Para sukarelawan tersebut melakukan berbagai skenario untuk menguji reaksi Pinecone terhadap situasi yang tidak terduga.

Hasilnya, Pinecone berhasil lulus dengan sangat memuaskan.

Uji Coba di Sekolah Sebelum Bertugas

Sebelum resmi bertugas, Smith melakukan uji coba terlebih dahulu terhadap Pinecone setelah mendapatkan izin dari kepala sekolah. Uji coba tersebut sukses besar dan mendapatkan sambutan hangat baik dari siswa maupun staf pengajar.

Banyak yang melaporkan adanya peningkatan rasa tenang dan kegembiraan saat Pinecone berada di sekitar mereka. Setelah sertifikasi resmi didapatkan, Smith segera menghubungi pengawas distrik untuk mendapatkan izin formal.

Persetujuan tersebut akhirnya diberikan pada bulan Januari 2026 yang lalu, menjadikan Pinecone sebagai penghuni tetap di kelas seni setiap minggunya.

Kini Pinecone dijuluki sebagai raja di dalam kelas. Kehadirannya tidak hanya membantu siswa secara emosional, tetapi juga memberikan warna baru dalam metode pembelajaran seni yang lebih inklusif dan menyenangkan.

Pihak sekolah pun sangat mendukung inisiatif ini karena melihat dampak nyata yang diberikan oleh sang kucing terhadap lingkungan belajar.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(crt/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads