Revitalisasi Sekolah di Wilayah Bencana Sumatera Sudah Berjalan, Segini Anggarannya

ADVERTISEMENT

Revitalisasi Sekolah di Wilayah Bencana Sumatera Sudah Berjalan, Segini Anggarannya

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 10 Jun 2026 17:30 WIB
Foto udara sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alue Lhok mengikuti ujian di tenda darurat, di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Jumat (5/6/2026). Pihak sekolah mengunakan tenda darurat sebagai tempat belajar mengajar kar
Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS/Foto udara sejumlah siswa SDN Alue Lhok mengikuti ujian di tenda darurat, di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Jumat (5/6/2026).
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan proses revitalisasi satuan pendidikan di wilayah bencana Sumatera sudah mulai berjalan. Baik itu di wilayah Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat.

"Sudah berjalan juga (sekolah yang terdampak bencana), sudah mulai berjalan," tuturnya dalam peresmian program Revitalisasi SDN Cimahpar 5 dan SDN Leuwibatu 02 di SDN Leuwibatu 02, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).

Selain sekolah yang terdampak bencana di Sumatera, Menteri Mu'ti menegaskan bahwa program revitalisasi akan berjalan terus sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini akan terus hadir di seluruh sekolah di Indonesia dalam kondisi baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2026, program revitalisasi satuan pendidikan mendapatkan anggaran sebesar Rp 14 triliun yang dialokasikan untuk 11.744 satuan pendidikan. Kemendikdasmen menetapkan tiga prioritas untuk alokasi 2026, yakni sekolah terdampak bencana, sekolah dengan kondisi rusak berat, dan sekolah yang berada di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

"Ya, revitalisasi kan jalan terus sesuai arahan Pak Presiden. Tahun ini kan yang sudah kita laksanakan revitalisasi dengan anggaran Rp 14 triliun itu dialokasikan untuk 11.744 satuan pendidikan, sekarang sudah mulai berjalan," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Bisa Serap Tenaga Kerja Lokal

Di luar target Kemendikdasmen, Presiden Prabowo menambahkan target sekolah yang direvitalisasi hingga 60 ribu satuan pendidikan. Dengan begitu, secara keseluruhan akan ada 71.744 satuan pendidikan yang akan direvitalisasi tahun ini.

Sama seperti pada 2025, Kemendikdasmen akan menerapkan sistem swakelola. Sistem ini memungkinkan sekolah memperkerjakan masyarakat setempat dan berbelanja di toko material sekitar.

"Sehingga kalau kita pakai asumsi tahun 2025, satu satuan pendidikan itu mempekerjakan minimal 10 orang. Nah, kalau kita bisa membangun tahun ini 71.744, insyaallah bisa terserap lapangan kerja untuk 710.000 pekerja. Bahkan mungkin bisa lebih," ujarnya.

Setiap sekolah memiliki kebutuhan revitalisasi yang berbeda-beda. Sekolah yang mendapatkan bantuan besar, pasti akan menyerap tenaga kerja yang besar pula.

"Dengan revitalisasi ini tidak hanya sekolahnya dibangun, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dan juga insyaallah menggerakkan ekonomi di masyarakat," tandas Mu'ti.

Program Revitalisasi Sekolah dari Kemendikdasmen dan Kemenko PMK

Sebagai informasi, Kemendikdasmen bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meresmikan dua SD yang mendapat bantuan program revitalisasi satuan pendidikan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026). Keduanya yakni SDN 5 Cimahpar Kota Bogor dan SDN 02 Leuwibatu Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kedua SD ini merupakan sekolah awal yang mendapat bantuan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kemendikdasmen. Proses pemberian bantuan dilakukan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan proses peletakan batu pertama.

SDN 05 Cimahpar Kota Bogor mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,6 miliar yang dibangun secara swakelola oleh panitia lokal. Berbagai hal yang direvitalisasi di SDN 5 Cimahpar yakni, penambahan 5 ruang kelas baru, rehabilitasi ruang kelas lama, UKS, dan ruang administrasi (ruang guru dan kepala sekolah).

Kepala Sekolah SDN 02 Leuwibatu, Sudrajat, menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan bantuan Rp 3,5 miliar. Bantuan ini digunakan untuk membangun 12 ruang kelas baru dan sanitasi (toilet).




(det/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads