FSGI Sorot SPMB Sekolah Maung Jawa Barat: Ada Kendala Sistem-Dugaan Pengurangan Skor

ADVERTISEMENT

FSGI Sorot SPMB Sekolah Maung Jawa Barat: Ada Kendala Sistem-Dugaan Pengurangan Skor

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 22 Jun 2026 18:00 WIB
Siswa mengisi dokumen pelengkap penerimaan peserta didik di SMAN 1 Bekasi, Jawa Barat, Selasa (9/6/2026). Proses ini berlangsung di tengah tingginya persaingan masuk Sekolah Maung dan sekolah negeri favorit.
SPMB Sekolah Maung. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)
Jakarta -

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) kembali melakukan pemantauan pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Kali ini, FSGI menyoroti pelaksanaan SPMB baru yaitu Sekolah Maung.

Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul adalah sekolah yang akan menampung siswa-siswa unggulan di setiap kabupaten/kota di Jawa Barat. Pengelompokan ini dibuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai tahun 2026. Total ada 41 Sekolah Maung dengan 28 SMA dan 13SMK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk masuk ke dalam sekolah ini, calon murid baru wajib mendaftar melalui jalur SPMB Sekolah Maung 2026. Adapun pengumuman sudah dilaksanakan pada 8 Juni 2026 dengan 18.272 kuota.

Kendati demikian, FSGI menyoroti beberapa hal dalam pelaksanaan SPMB Maung 2026, termasuk kendala sistem hingga dugaan pengurangan skor.

ADVERTISEMENT

Pantauan FSGI pada SPMB Maung Jawa Barat 2026

Dalam keterangan resminya,FSGI menemukan hal-hal berikut dalamSPMB Maung Jawa Barat 2026:

1. Kendala Sistem

FSGI menemukan laman resmi SPMB tidak bisa diakses. Bahkan, data pendaftar sempat hilang sehingga menyulitkan peserta SMB.

2. Dugaan Pengurangan Skor

Sejumlah orang tua mengeluhkan skor atau nilai anak mereka yang berkurang secara tiba-tiba. Hal ini menimbulkan kecurigaan tentang adanya praktik kecurangan.

"Skor seleksi atau nilai anak mereka berkurang secara tiba-tiba tanpa kejelasan, yang menimbulkan kecurigaan adanya kecurangan," ungkap FSGI dalam keterangan resminya dikutip Senin (22/6/2026).

3. PCMB Tidak Transparan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan tahap baru yakniPCMB atau Pemetaan Calon Murid Baru. Tahap ini bertujuan untuk mendata potensi siswa dan memetakan lulusan SMP/MTs ke sekolah pilihan. Kendati demikian, tahap ini turut memicu polemik karena dinilai kacau dan tidak transparan.

4. Orang Tua Protes ke Kantor Dinas Pendidikan

Ratusan orang tua yang merasa dirugikan protes langsung ke kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) untuk menuntut transparansi. Mereka juga melaporkan dugaan maladministrasi ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat.

5. Sistem Belum Matang

Menurut FSGI, DPRD Jawa Barat juga menyoroti sistem SPMB yang digunakan sedari awal memang belum matang dan siap.




(nir/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads