Panitia SNPMB Jelaskan Kenapa Pengumuman UTBK Butuh Waktu Hampir Sebulan

ADVERTISEMENT

Panitia SNPMB Jelaskan Kenapa Pengumuman UTBK Butuh Waktu Hampir Sebulan

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 05 Jun 2026 18:00 WIB
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 adalah Prof Dr Ir Eduart Wolok di lokasi Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2026).
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 adalah Prof Dr Ir Eduart Wolok. Foto: Cicin Yulianti/BeritaKlik
Jakarta -

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok menjelaskan kenapa tim SNPMB membutuhkan waktu hampir sebulan untuk mengeluarkan hasil UTBK SNBT. Ia membeberkan, hal ini terkait dengan timing dan proses penilaian yang dilakukan dalam dua tahap, yakni scoring dan pembobotan.

"Pelaksanaan UTBK itu terakhir tanggal 2 Mei, pengumumannya 25 Mei. Kami butuh 20 hari. Jawaban pertama, kenapa harus April dilaksanakan? Karena harus setelah lulusan. Karena peserta peserta UTBK kan lulusan SMA. Jadi tidak mungkin kami tarik ke Maret," jelas Eduart dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja (RDP Panja) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru bersama Komisi X DPR RI, disiarkan melalui YouTube TVR Parlemen, dikutip Jumat (5/6/2026).

"Makanya mengapa pelaksanaan UTBK itu ini kami sudah berusaha untuk padatkan dan 871.496 peserta UTBK (2026) itu selesai tanggal 2 Mei, pengumuman 25 Mei. Kami menggunakan sistem yang berbeda antara scoring dan bobot," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses Scoring dan Pembobotan UTBK

Eduart menjelaskan, setelah UTBK selesai dilaksanakan, panitia SNPMB akan melakukan validasi ulang jawaban per soal. Selanjutnya, panitia melakukan scoring, yang mana tim scoring sendiri juga tidak mengetahui nama dan nomor peserta yang di-scoring.

ADVERTISEMENT

Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) itu menegaskan, karena itulah tidak mungkin ada kecurangan dalam penilaian UTBK. Selanjutnya, proses pembobotan dilakukan berdasarkan ranking dan dikerjakan oleh tim yang berbeda.

"Jadi kalau saya di tim scoring, saya tidak tahu siapa nih yang saya periksa. Yang pasti skornya sekian, baru kemudian akan cocokkan ke tim untuk pembobotan. Itu tim yang berbeda," kata Eduart.

"Bahkan Ibu-Bapak, saya ingin sampaikan, ketua penanggung jawab soal itu memiliki dua putra yang ikut SNBT dan alhamdulillah dua-duanya tidak lulus, padahal soalnya ada di rumahnya. Bahkan kemarin terus terang beberapa rektor sempat galau ketika penetapan anak mereka tidak lulus," ungkapnya.




(nah/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads