Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan salah satu sekolah kedinasan dengan seleksi yang paling ketat. Selain tes pengetahuan, kesehatan, dan kesamaptaan, kampus ini memeriksa penampilan mulai dari tipe tubuh hingga suara para calon praja.
Seperti diketahui, sekolah kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) adalah perguruan tinggi yang menyiapkan kader pemerintahan dalam negeri di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Pada Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN 2025 lalu ditetapkan lebih dari 1.000 formasi. Formasi calon praja IPDN 2025 tersebut dibagi-bagi ke dalam kuota provinsi (selain Papua) dan kuota kabupaten/kota (khusus provinsi-provinsi Papua).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari Keputusan Mendagri tentang Pedoman Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2025 tujuan pemeriksaan penampilan untuk memilih postur tubuh calon Praja IPDN yang ideal agar dapat melaksanakan pekerjaan sesuai karakteristik penugasan sebagai aparatur sipil negara.
Apa Saja Tes Pemeriksaan Penampilan IPDN?
1. Pemeriksaan penampilan diawali dengan pengukuran tinggi dan berat badan.
Pemeriksaan untuk mencari rasio indeks (RI), mengetahui ukuran ideal antara tinggi dan berat badan.
2. Pemeriksaan tipe tubuh.
Pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah calon praja IPDN memiliki tipe tubuh ecthomorph/kurus, mesomorph/atletis atau endomorph/gemuk.
3. Pemeriksaan kelainan tubuh
Bertujuan untuk mengetahui peserta ujian memiliki kelainan struktur anatomi tubuh atau komposisi letak bagian tubuh yang tidak simetris, baik yang tampak langsung oleh mata maupun melalui pengamatan secara cermat dan pengukuran pada foto postur.
4. Pemeriksaan dengan pengambilan dan pengukuran foto
Bertujuan untuk melihat kelainan struktur anatomi tubuh atau komposisi letak bagian tubuh yang tidak simetris secara cermat dan akurat yang tidak dapat dilihat secara kasat mata sehingga dapat digunakan sebagai dasar secara otentik
5. Pemeriksaan sikap, gerak dan penampilan
Bertujuan untuk mengetahui seseorang mempunyai gerakan yang tangkas atau tidak.
Apa Saja Kelainan Tubuh yang Diperiksa?
Pemeriksaan kelainan tubuh sekolah kedinasan IPDN bertujuan mengidentifikasi ada atau tidaknya kelainan pada struktur anatomi maupun komposisi tubuh peserta ujian. Selain itu, juga memeriksa ketidaksimetrisan anggota tubuh yang dapat dikenali melalui pengamatan langsung maupun analisis dan pengukuran berdasarkan foto postur.
Pelaksanaan pemeriksaan kelainan dilakukan secara sistematis berurutan dari atas ke bawah dari ujung kepala sampai dengan ujung kaki. Apa saja yang diperiksa?
- Mata
- Gigi
- Suara
- Wajah & Badan
- Kepala Miring Kanan/ Kiri
- Head Posture
- Bahu Miring Kanan/Kiri
- Bahu Rendah
- Dada Pipih
- Bahu Ke Depan/Kebelakang
- Lordosis
- Kyphosis
- Scoliosis
- Keseimbangan Panggul
- Perut Buncit
- Pinggul Ke Depan
- Lutut Maju Ke Depan
- Kaki X
- Kaki O
- Sudut Telapak Kaki
- Kaki Datar (Foot Flat)
- Sikap
- Cara Berjalan
- Kondisi dan Gerak Anggota Badan
Pendaftaran sekolah kedinasan 2026 termasuk IPDN menjadi seleksi yang paling ditunggu setiap tahunnya bagi lulusan SMA/SMK/sederajat. Pasalnya, mereka yang lulus dari IPDN akan diangkat dan langsung berstatus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Tahun lalu, masa pendaftaran Seleksi Penerimaan Calon Praja atau SPCP IPDN berlangsung pada 29 Juni-18 Juli. Namun untuk pendaftaran SPCP 2026, belum ada kejelasan informasi hingga minggu pertama Juli.
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Kepegawaian Negara (BKN), Wisudo Putro Nugroho menyebut pihaknya saat ini tengah mempersiapkan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sekolah Rakyat milik Kementerian Sosial (Kemensos).
Ia pun meminta para calon pelamar untuk sabar menanti informasi terbaru terkait seleksi sekolah kedinasan 2026.
Simak Video "Video: Calon Praja IPDN Meninggal Dunia, Ini Kata Istana"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/nwk)











































