Niat Sholat Tahajud Berjamaah, Apakah Berbeda dengan Niat Sendiri?

Niat Sholat Tahajud Berjamaah, Apakah Berbeda dengan Niat Sendiri?

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Selasa, 13 Jan 2026 20:45 WIB
Niat Sholat Tahajud Berjamaah, Apakah Berbeda dengan Niat Sendiri?
Sholat tahajud. (Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter)
Jakarta -

Sholat Tahajud memiliki kedudukan istimewa karena dilakukan di waktu malam setelah tidur, saat hati lebih tenang dan doa lebih mudah terangkat di hadapan-Nya.

Sholat Tahajud disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai bentuk ibadah yang dilakukan di sepertiga malam yang penuh berkah. Keutamaan bangun di malam hari untuk beribadah qiyamul lail, dijelaskan dalam QS Al-Isra' ayat 79,

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latin: Wa minal-laili fa tahajjad bihī nāfilatal lak(a), 'asā ay yab'aṡaka rabbuka maqāmam maḥmūdā(n).

Artinya: Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (Al-Isrā': 79)

ADVERTISEMENT

Hukum Salat Tahajud: Wajib Sendiri atau Boleh Berjamaah?

Dalam Islam, salat Tahajud termasuk sholat sunnah yang biasanya dilakukan secara pribadi setelah tidur di malam hari. Menurut buku Indahnya Tahajud, salat ini dapat dikerjakan sendiri maupun secara berjamaah, karena secara hukum keduanya diperbolehkan. Penjelasan hukum ini terdapat di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

"Bahwasannya ia tidur pada suatu malam di rumah Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW bangun untuk mengerjakan salat malam, maka Ibnu Abbas pun bangun dan berdiri di sisi kiri Rasulullah SAW, lantas Rasulullah SAW menarik kepalanya dari belakang, lalu menjadikannya berdiri di sisi kanan Rasulullah SAW." (HR. Bukhari).

Salat Tahajud merupakan sholat sunnah yang umumnya dikerjakan secara pribadi (munfarid) setelah tidur di malam hari. Menurut buku Indahnya Tahajud, salat ini bisa dikerjakan sendiri maupun secara berjamaah, dan secara hukum keduanya diperbolehkan.

Dikutip dari Kemenag, sholat tahajud termasuk sholat sunnah yang lebih dianjurkan dikerjakan sendiri, tetapi jika dilaksanakan berjamaah, shalat tersebut tetap sah.

قال أصحابنا تطوع الصلاة ضربان (ضرب) تسن فيه الجماعة وهو العيد والكسوف والاستسقاء وكذا التراويح على الأصح ( وضرب) لا تسن له الجماعة لكن لو فعل جماعة صح وهو ما سوى ذلك

Artinya: Shalat Sunnah dibagi menjadi dua bagian. Pertama, Shalat yang disunnahkan berjamaah yaitu shalat sunnah 'ied, shalat gerhana, dan shalat istisqa', begitu juga shalat tarawih menurut qaul ashah. Kedua, shalat yang tidak disunnahkan berjamaah, tapi jika dilaksanakan dengan cara jamaah, maka shalat tersebut tetap sah. Yaitu shalat selain dari bagian pertama di atas. (Syekh Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu' ala Syarh al-Muhadzzab, juz 4, hal. 5)

Meski sah secara hukum, pelaksanaan Tahajud berjamaah tidak menambah pahala dari aspek jamaah, sehingga pahala hanya diperoleh dari ibadah Tahajud itu sendiri. Namun, jika pelaksanaan berjamaah dilakukan dengan tujuan baik, misalnya mengajari orang lain agar terbiasa menunaikan Tahajud, seperti yang dilakukan di beberapa pondok pesantren, maka dari sisi niat dan maslahat, pahala tetap diberikan.

Perlu diperhatikan, tujuan baik ini tidak boleh menimbulkan mudarat, misalnya membuat orang lain mengira bahwa salat Tahajud berjamaah diwajibkan atau lebih dianjurkan secara syariat. Jika hal tersebut terjadi, pelaksanaan Tahajud secara berjamaah bisa menjadi tidak diperbolehkan dan bahkan wajib dicegah.

Niat Sholat Tahajud

Dijelaskan dalam dari buku Panduan Shalat Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Arif Rahman, pada dasarnya niat sholat tahajud sendiri dan berjamaah tidak berbeda. Berikut ini merupakan bacaan niat sholat tahajud:

أصَلَّى سُنَّةَ النَّهَجْدِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatat tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat shalat sunnah tahajud dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah ta'ala."

Tata Cara Sholat Tahajud

Pelaksanaan sholat tahajud secara umum tidak jauh berbeda dengan sholat lainnya. Berikut adalah tata cara sholat tahajud:

1. Membaca niat sholat tahajud

2. Takbiratul ihram

3. Membaca doa iftitah dan surat Al-Fatihah

4. Membaca salah satu surat pendek dalam Al-Qur'an

5. Rukuk

6. Iktidal

7. Sujud pertama pada rakaat pertama

8. Duduk antara dua sujud

9. Sujud kedua pada rakaat pertama

10. Berdiri, lalu lakukan rakaat kedua dengan gerakan dan bacaan yang sama seperti rakaat pertama sampai sujud kedua

11. Duduk dan membaca doa tahiyat akhir

12. Salam.

Bacaan Doa Sholat Tahajud

Berikut doa yang dianjurkan dibaca saat melaksanakan sholat Tahajud, berdasarkan buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh, dan Dhuha karya W. Qodratulloh S. dan Ihwan Rahman Bahtiar.

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَالِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمَتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Latin: Allahumma laka al-hamdu anta qayyimu samāwāti wal-ardi wa man fīhinna, wa lakal-hamdu anta māliku as-samāwāti wal-ardi wa man fīhinna, wa laka al-hamdu anta nūru as-samāwāti wal-ardi wa man fīhinna, wa laka al-hamdu anta al-haqqu wa wa duka al-haqqu wa liqā'uka haqqun wa qawluka haqqun wal-jannatu haqqun wan-nāru haqqun wan-nabiyyūna haqqun, Muhammadun şallallāhu 'alayhi wa sallam haqqun, was-sā atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika āmantu, wa 'alayka tawakkaltu, wa ilayka anabtu, wa bika khāṣamtu, wa ilayka ḥākamtu. Faghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu wa mā asrartu wa mā a'lantu wa mā anta a'lamu bihi minnī. Anta al-muqaddimu wa anta al-mu'akhkhiru, lā ilāha illā anta, wa la hawla wa la quwwata illā billāh.

Artinya: "Ya Allah, kepunyaan-Mu segala puji, Engkaulah penegak langit dan bumi serta apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, milik-Mu lah kerajaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, Engkaulah penguasa langit dan bumi, milik-Mu lah segala puji, Engkaulah yang benar dan janjimu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataanmu benar, surga-Mu itu benar ada, neraka itu benar ada, para nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar, dan kiamat itu benar ada. Ya Allah hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada- Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal, hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dengan-Mu lah aku menghadapi musuh, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Maka ampunilah aku atas segala dosa yang telah aku lakukan dan yang mungkin akan aku lakukan, dosa yang aku lakukan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Engkaulah yang Maha terdahulu dan Engkaulah yang Maha terakhir. Tiada Tuhan selain Engkau dan tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads