Alasan Simbol Singa dan Matahari Dihapus dari Bendera Iran Setelah Revolusi

Alasan Simbol Singa dan Matahari Dihapus dari Bendera Iran Setelah Revolusi

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 27 Apr 2026 14:45 WIB
Ini foto bendera lama Iran tahun 1964-1980. Ini adalah bendera pada masa Shah Iran Mohammad Reza Pahlavi, sebelum Revolusi Iran 1979.
Bendera lama Iran tahun 1964-1980. (Foto: Wikimedia Commons)
Jakarta -

Dahulu bendera Iran menggunakan simbol Singa dan Matahari atau Shir-o-Khorshid yang telah lama menjadi bagian dari identitas nasional. Namun, simbol ini dihapus setelah terjadinya Revolusi Islam Iran 1979 yang mengubah sistem pemerintahan secara drastis.

Perubahan tersebut bukan sekadar pergantian visual, melainkan mencerminkan pergeseran ideologi dari monarki menuju Republik Islam yang dipimpin Ruhollah Khomeini. Lalu, apa sebenarnya alasan di balik penghapusan simbol Singa dan Matahari dari bendera Iran?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Simbol Singa dan Matahari Iran

Dikutip dari Encyclopedia Britannica "Flag of Iran" oleh Whitney Smith, simbol Singa dan Matahari (Shir-o-Khorshid) merupakan lambang khas Iran yang memiliki akar sejarah sangat panjang. Emblem ini bahkan sudah ada sejak masa sebelum Islam dan mencerminkan perpaduan antara kekuasaan, kepercayaan, dan kosmologi Persia kuno.

Pada masa Kekaisaran Achaemenid, motif singa dan matahari mulai muncul dalam berbagai bentuk seni dan simbol kerajaan. Salah satu contoh adalah segel yang menggambarkan Artaxerxes II bersama dewi Anahita, dengan elemen matahari yang melambangkan Mithra.

ADVERTISEMENT

Memasuki era Dinasti Safavid, simbol ini mulai digunakan untuk mempertegas identitas nasional Iran di tengah persaingan dengan kekuatan lain seperti Kekaisaran Ottoman. Penggunaan lambang Singa dan Matahari menjadi pembeda penting dari simbol bulan sabit yang identik dengan Ottoman.

Simbol tersebut kemudian berkembang menjadi lambang nasional yang lebih resmi pada masa Dinasti Qajar. Pada periode ini, Singa mulai digambarkan memegang pedang, terutama saat Perang Rusia-Persia (1804-1813), yang melambangkan kekuatan militer dan pertahanan negara.

Bendera trikolor hijau, putih, dan merah dengan lambang Singa dan Matahari mulai digunakan secara luas pada abad ke-19, khususnya pada masa pemerintahan Naser al-Din Shah Qajar. Desain ini kemudian semakin distandarisasi setelah Revolusi Konstitusional Iran 1906 dan secara resmi dikodifikasi pada 1907.

Pada era Dinasti Pahlavi, bendera mengalami beberapa perubahan visual seperti penyesuaian warna dan bentuk simbol. Meski demikian, lambang Singa dan Matahari tetap dipertahankan hingga akhirnya dihapus setelah Revolusi Islam Iran 1979 yang mengubah arah ideologi negara secara fundamental.

Kenapa Simbol Singa Dihapus Setelah Revolusi Islam?

Masih mengacu sumber sebelumnya, penghapusan simbol Singa dan Matahari terjadi setelah runtuhnya monarki Iran dalam Revolusi Islam Iran 1979. Pemerintah baru mulai menghapus simbol tersebut secara bertahap dan menggantinya dengan bendera trikolor tanpa lambang lama.

Alasan utama penggantian ini adalah karena simbol Singa dan Matahari dianggap sebagai representasi monarki, khususnya pada masa Dinasti Pahlavi. Rezim revolusioner menilai lambang tersebut sebagai simbol kekuasaan yang dianggap menindas dan terlalu berorientasi pada Barat.

Selain itu, pemerintahan baru yang dipimpin Ruhollah Khomeini ingin membangun identitas negara berbasis Islam. Oleh karena itu, simbol lama diganti dengan lambang kaligrafi "Allah" yang dinilai lebih mencerminkan nilai-nilai Republik Islam.

Meskipun memiliki akar dalam tradisi Syiah dan dikaitkan dengan Ali ibn Abi Talib, simbol Singa dan Matahari tetap ditolak. Pemerintah menganggapnya sebagai artefak rezim lama yang tidak lagi relevan dengan arah ideologi baru negara.

Sebagai bagian dari perubahan menyeluruh, penggunaan simbol tersebut bahkan dilarang di ruang publik dan institusi resmi. Perubahan ini juga berdampak pada lembaga seperti Palang Merah Iran yang kemudian mengganti identitasnya menjadi Red Crescent untuk menyesuaikan dengan simbol Islam.

Meskipun begitu, bendera Iran dengan simbol Singa dan Matahari kini kembali sering digunakan dalam berbagai aksi protes sebagai lambang perlawanan terhadap pemerintah Republik Islam. Dalam gelombang demonstrasi terbaru, simbol Shir-o-Khorshid kerap dikibarkan oleh massa sebagai representasi identitas nasional lama sekaligus kritik terhadap rezim yang berkuasa.




(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads