Takbiran Idul Adha: Hukum, Waktu Pelaksanaan, dan Bacaan Lengkap

Takbiran Idul Adha: Hukum, Waktu Pelaksanaan, dan Bacaan Lengkap

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 26 Mei 2026 09:30 WIB
Ilustrasi takbiran
Foto: Getty Images/iStockphoto/REIMUSS
Jakarta -

Kumandang takbir menjadi tanda datangnya hari yang penuh kemuliaan sekaligus bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Takbiran selalu digaungkan ketika jelang Idul Fitri dan Idul Adha.

Suara takbir yang terdengar di masjid, mushala, rumah, hingga jalanan menghadirkan suasana haru dan penuh kekhusyukan. Takbiran bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga ibadah yang memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah Ayat 185, Allah SWT berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

ADVERTISEMENT

Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Dikutip dari buku Kitab Lengkap Fiqh Sunnah Imam Syafi'i karya Abu Syuja' al-Ashfahani, para ulama berpandangan bahwa ayat ii untuk takbir Idul Fitri dan diqiyaskan untuk takbir Idul Adha.

Sedangkan pada hari raya Idul Adha, disunnahkan mengumandangkan takbir setiap selesai salat fardhu sejak subuh hari Arafah sampai waktu salat Ashar hari Tasyrik terakhir.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ali dan Ammar, mereka menyatakan, "Nabi SAW mengeraskan bacaan 'bismillahi rahmaanirrahim' pada salat fardhu, membaca qunut untuk salat subuh, dan mengumandangkan takbir sejak subuh hari Arafah sampau salat Ashar hari terakhir hari tasyrik." (HR Hakim)

Hukum Takbiran Idul Adha

Mayoritas ulama menyatakan bahwa takbiran Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.

Takbir menjadi bagian dari syiar Islam yang dianjurkan untuk dikumandangkan secara pribadi maupun berjamaah.

Jenis Takbir dalam Idul Adha

Merujuk buku Fikih Ibadah: Panduan Lengkap Beribadah Sesuai Sunnah Rasul karya Hasan Ayyub, takbir Idul Adha umumnya dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Takbir Mursal

Takbir mursal adalah takbir yang dikumandangkan kapan saja selama hari-hari Idul Adha, baik sebelum maupun sesudah salat.

Takbir ini biasa terdengar di masjid, rumah, kendaraan, atau tempat umum.

2. Takbir Muqayyad

Takbir muqayyad adalah takbir yang dibaca setiap selesai salat fardu.

Mayoritas ulama menganjurkan membaca takbir ini mulai setelah salat Subuh pada 9 Zulhijah (Hari Arafah) hingga setelah salat Ashar tanggal 13 Zulhijah.

Waktu Takbiran Idul Adha 2026

Takbiran Idul Adha dimulai sejak masuk malam 10 Zulhijjah atau malam Idul Adha. Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir pada malam Idul Adha, hari Idul Adha dan juga pada hari Tasyrik (11, 12 dan 13 Zulhijah).

Merujuk hasil sidang isbat Kementerian Agama RI, awal Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026. Dengan demikian, 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha bertepatan pada 27 Mei 2026. Maka jadwal pelaksanaan takbiran Idul Adha 2026 sebagai berikut:

Takbir Mursal 2026

Takbir mursal bisa dimulai sejak 1 Zulhijah 1447 H atau Senin, 18 Mei 2026 dan berlangsung hingga malam hari sebelum salat Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026. Namun dalam praktiknya, malam takbiran pada malam Idul Adha menjadi waktu yang paling umum.

Takbir Muqayyad 2026

Takbir muqayyad dimulai setelah salat Subuh pada Selasa, 26 Mei 2026 atau 9 Zulhijah 1447 H. Pelaksanaannya berlanjut setiap selesai salat fardu hingga setelah salat Asar pada Sabtu, 30 Mei 2026 atau 13 Zulhijah 1447 H.

Lafal Takbiran Idul Adha

للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

Latin: Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd

Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah."

Teks takbiran Idul Adha tersebut dapat dipersingkat lagi bacaannya menjadi bacaan berikut:

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

Allahu Akbar, Allahu Akbar, kabiran.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dengan kebesaran-Nya"

Dzikir Teks Takbiran Idul Adha

Bacaan dzikir dalam takbiran Idul Adha juga mencakup lafal takbiran tersebut. Berikut bacaannya.

للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن، وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن، وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن، لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه، صَدَق ُوَعْدَه، وَنَصَرَ عبْدَه، وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه، لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa. Laailaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyrikuun. Laailaahaillallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah wa a'azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah. Laailaahaillallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahilhamd.

Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan keesaan-Nya, Dia zat yang menepati janji, zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya untuk Allah."




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads