SkeNU Bikin Panduan Salat Anak Skena, Bantu Anak Muda Pahami Makna Salat

SkeNU Bikin Panduan Salat Anak Skena, Bantu Anak Muda Pahami Makna Salat

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Sabtu, 08 Agu 2026 12:00 WIB
Wawancara detikPagi Dakwah Pop Culture Lewat Panduan Salat Anak Skena
Foto: Tangkapan layar wawancara detikPagi "Dakwah Pop Culture Lewat Panduan Salat Anak Skena"
Jakarta -

Inovasi unik muncul dari komunitas anak muda SkeNU. Mereka meluncurkan karya yang tidak biasa dengan judul Panduan Salat Anak Skena.

Karya tersebut dikemas semenarik mungkin untuk memudahkan anak muda paham akan makna salat. Tiap-tiap panduan salat dimaknai dengan bahasa yang relatif mudah dicerna oleh kalangan muda.

"Temanya sebenernya sesederhana bahwa selama ini hal-hal semacam salat segala macam (yang) kita laksanakan itu kayak rutinitas aja gitu ya. Kita butuh semacam penyegaran untuk memahami salat sebagai sesuatu yang bukan cuma rutinitas, tetapi mungkin bisa jadi solusi permasalahan-permasalahan emosi sehari-hari, bagian dari meluruhkan hal-hal sehari-hari," ujar M Iqbal, ilustrator karya Panduan Salat Anak Skena dalam wawancaranya bersama detikPagi, Jumat (7/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, karya tersebut menjadi pengingat bagi anak muda kalau memang sebagai manusia sejatinya memerlukan jeda dari rutinitas sehari-hari dengan memaknai kembali hal-hal yang seharusnya lebih dalam, seperti salat.

"Sebenernya semacam pengingat diri kami sendiri sebagai anak muda dengan rutinitas sehari-hari, perlu ambil jeda dari kesibukan sehari-hari buat memaknai kembali hal-hal yang harusnya bisa lebih dalem berimpact buat diri sendiri," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Isi konten dari karya tersebut dibuat semenarik mungkin dan tidak kaku seperti buku fikih formal. Dengan begitu, pembaca khususnya anak muda bisa memahami lebih dalam makna salat dan artinya bagi diri masing-masing.

Misalnya terkait rukuk, dalam konten itu dituliskan makna rukuk sebagai menundukkan diri dan melenturkan ego.

"Dulu kita pikir tunduk itu lemah. Tapi ternyata, rukuk itu mengajarkan: "Orang yang paling kuat adalah orang yang tahu kapan harus merendah." demikian bunyi salah satu konten Panduan Salat Anak Skena.

Salah satu pengurus di balik media SkeNU yang juga hadir dalam wawancara tersebut, Adli Muaddib menyatakan Panduan Salat Anak Skena jadi karya yang ketiga. Karya Zine pertama membahas tentang doa-doa anak skena, kemudian Zine kedua berkaitan dengan Palestina. Zine ini jadi alternatif dari kata Magazine yang disingkat menjadi Zine dengan arti majalah.

"Zine ketiga ini dikolaborasikan sama mas Iqbal. Kenapa temanya Panduan Salat Anak Skena? Biar tadi yang disebutkan mas Iqbal kita lebih mengartikulasikan salat itu lebih mudah. Pemaknaan salat yang memang relevan kepada kita, mengapa kita harus mengulangi gerakan yang repetitif tanpa harus mengetahui makna? Itu kan temen-temen urban mungkin butuh pemaknaan itu dan ya akhirnya keluar output Zine ini," ujar Adli menguraikan.

Ketika ditanya apakah ada guru yang membantu mengarahkan dalam berkarya agar tetap berada dalam koridor-koridor tertentu, Iqbal menuturkan sejatinya anak-anak SkeNU berlatar belakang santri yang masih terus mempelajari agama.

Menurut penuturannya, mereka memilki satu pesantren yang berisi seniman. Namun, pesantren tersebut tidak dimaknai sebagai pondok layaknya asrama melainkan orang-orang yang datang ke sana ingin belajar secara personal dengan guru atau 'Kiai'.

"Kami punya kiai yang membimbing kami di situ yang mengarahkan. Sebenarnya inspirasi SkeNU secara keseluruhan dari karya-karya kami ya beliau, hal-hal yang kami utarakan di sini bentuk lebih ramah (untuk) anak muda," tandasnya.



(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads