Ketika membaca Al-Qur'an, muslim harus memperhatikan tajwid agar sesuai dengan apa yang dibaca Rasulullah SAW. Mempelajari ilmu tajwid tergolong penting dan hukumnya fardhu kifayah dalam Islam.
Dilansir dari buku Metode Pengajaran Al-Qur'an dan Seni Baca Al-Qur'an dengan Ilmu Tajwid yang ditulis Nur'aini, arti fardhu kifayah sendiri berarti wajib dikuasai sekelompok masyarakat. Ketetapan ini dimaksudkan agar ilmu tajwid lestari.
Ilmu tajwid terdiri dari berbagai macam, termasuk tiga hukum mim mati yang mencakup idgham mimi, idzhar syafawi dan ikhfa syafawi. Berikut penjelasan lengkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3 Hukum Tajwid Mim Mati
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini penjelasan terkait tiga hukum mim mati disertai cara membaca dan contohnya.
1. Idgham Mimi
Menurut buku Panduan Praktis dan Lengkap Tahsin, Tajwid, Tahfiz untuk Pemula susunan Ibnu Rusyd, secara bahasa pengertian idgham adalah memasukkan atau melebur. Sementara itu, mimi berarti sesama huruf mim.
Pengertian idgham mimi dari segi istilah yaitu memasukkan atau meleburkan suara mim sukun ( مْ ) ke huruf mim berharakat ( مَ مِ , مُ ) yang ada setelahnya, sehingga kedua mim tersebut menjadi satu dan bertasydid.
Cara membaca idgham mimi adalah meleburkan huruf mim pertama dan kedua. Suara harus mendengung dan ditahan selama 3 ketukan. Umumnya, bacaan idgham mimi di dalam Al-Qur'an sudah ditandai dengan tasydid.
Contoh bacaan idgham mimi seperti pada surah Az Zumar ayat 15, berikut bacaannya:
شِئْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖۗ
Terdapat mim sukun yang bertemu dengan mim tasydid berharakat kasrah. Cara membacanya "syi'tummin-duunihi"
2. Idzhar Syafawi
Dikutip dari buku Panduan Dasar Tajwid Metode An-Nuur oleh Arif Budi Nurrofiq, idzhar syafawi adalah bagian dari ilmu tajwid yakni ketika mim sukun bertemu semua huruf hijaiyah kecuali mim dan ba.
Berikut huruf-huruf yang termasuk dalam idzhar syafawi: alif ( ا ), ta ( ت ), tsa ( ث ), jim ( ج ), ha ( ج ), kho ( خ ), dal ( د ), dzal ( ذ ), ro ( ر ), za ( ز ), sin ( س ), syin ( ش ), shod ( ص ), dhod ( ض ), tho ( ط ), zho ( ظ ), ain ( ع ), ghoin ( غ ), fa ( ف ), qof ( ق ), kaf ( ك ), lam ( ل ), nun ( ن ), ha ( هـ ), wa ( و ), dan ya ( ي ).
Cara membaca idzhar syafawi harus jelas dan terang, yaitu pada saat memasukkan huruf mim dengan cara merapatkan bibir. Kejelasan pengucapannya cukup satu ketukan, tidak boleh lebih. Karena apabila lebih, dikhawatirkan akan berubah menjadi ikhfa'; dan ghunnah.
Contoh bacaan dari idzhar syafawi tertuang dalam surah Al Fatihah ayat 2, berikut bacaannya:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Dibaca: Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn, sebab mim sukun bertemu dal
3. Ikhfa Syafawi
Ikhfa syafawi adalah hukum bacaan tajwid mim sukun. Nantinya, apabila mim mati (مْ) bertemu dengan huruf ba (ب), cara membacanya mim mati disamarkan di bibir sambil didengungkan sekitar 2 sampai 3 harakat.
Dijelaskan dalam buku Panduan Tahsin Tilawah Al-Quran & Ilmu Tajwid tulisan Agus Salim Marpaung dkk, apabila ikhfa syafawi tidak didengungkan maka hukumnya berubah menjadi idzhar. Agar lebih paham, berikut contoh ikhfa syafawi yang tercantum dalam sejumlah ayat Al-Qur'an.
Salah satu contoh bacaan ikhfa syafawi tertuang dalam surah Al Alaq ayat 14,
اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ
Dibacanya: Alam Ya'lamm biannallaha yaraa. Sebab, mim sukun bertemu ba.

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Negara dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Dunia, Indonesia Berapa?
Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Dewan Muslim Inggris